Polisi AS Bentrok dengan Pengunjuk Rasa UCLA Pro-Palestina

Ilustrasi: Para demonstran mahasiswa yang tergabung dalam Students for Justice in Palestine dan UC Divest Coalition di Universitas California, Los Angeles (UCLA) melakukan pemogokan dan berkumpul di Bruin Plaza sebelum pindah ke Murphy Hall, Oktober 2023. (Foto: Joseph Jimenez)

California, MINA – Polisi AS bentrok dengan sekelompok besar pengunjuk rasa pro-Palestina yang berjalan melintasi kampus Universitas California, Los Angeles (UCLA) sambil membawa mayat palsu berlumuran darah dan membacakan dengan lantang nama-nama warga Palestina yang syahid dalam perang Israel di Gaza.

Dikutip dari Press TV, para pengunjuk rasa membentuk kamp pro-Palestina di kampus UCLA pada Senin (10/6), sebagai bagian dari acara yang diselenggarakan oleh Students for Justice in Palestine di UCLA.

Polisi memerintahkan mereka untuk membubarkan diri setidaknya dua kali, sehingga para pengunjuk rasa segera membongkar tenda dan pindah ke lokasi lain di kampus.

Saat berbaris, salah satu pengunjuk rasa membacakan dengan lantang nama-nama warga Palestina yang terbunuh, dan rekan-rekan demonstran meneriakkan “Mereka tidak akan mati sia-sia” dan “Mereka akan ditebus” di setiap nama.

Baca Juga:  Taiwan Adakan Aksi Solidaritas Gaza di Masjid Taipe Pada Hari Idul Adha

Setelah beberapa jam, polisi bentrok dengan para pengunjuk rasa, menyatakan pertemuan tersebut sebagai pertemuan yang melanggar hukum.

Associate Professor Graeme Blair, yang merupakan anggota Fakultas Kehakiman di Palestina, mengatakan seorang mahasiswa terluka akibat peluru karet yang ditembakkan ketika mahasiswa dibari kade di dekat halaman Dodd Hall. Dia mengecam pihak berwenang dan mencatat bahwa para mahasiswa telah mengikuti perintah pembubaran sepanjang malam.

Kapten Polisi L.A. Kelly Muniz mengonfirmasi kepada The Los Angeles Times bahwa penangkapan juga dilakukan pada protes tersebut, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Profesor UCLA Yogita Goyal mengatakan, polisi seharusnya tidak menyatakan pertemuan yang melanggar hukum ketika mahasiswa melakukan protes secara damai.

Baca Juga:  Ucapkan Selamat Idul Adha, Putin: Muslim Rusia Banyak Kebaikan

“Kepemimpinan UCLA harus ada di sini dan harus mengizinkan mahasiswa kami untuk mengekspresikan pandangan politik mereka,” kata Goyal, yang bersama staf pengajar di kampus tersebut menyatakan dukungannya terhadap para pengunjuk rasa.

Kampus UCLA sejauh ini telah menyaksikan protes ketiga dalam beberapa pekan terakhir, yang penanganannya menyulut kemarahan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Bahron Ansori