PPHI Gelar Bimbingan Teknis Pengembangan Wisata Ramah Muslim Berkelanjutan

Ilustrasi Wisata Ramah Muslim.(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Perkumpulan Halal Indonesia () bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Inovasi untuk Pengembangan Wisata yang Berkelanjutan”.

Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dari PPHI untuk terus berkontribusi dalam rangka memperkuat industri Pariwisata Ramah Muslim yang berkelanjutan di Indonesia.

Kegiatan Bimtek ini digelar secara luring di Jakarta selama dua hari, dimulai dari Kamis, 13 Juli hingga Jumat ini.

“Kegiatan ini tidak saja berupa pembekalan dan pelatihan tapi dengan dihadirkannya beberapa pelaku usaha dari Malaysia diharapkan ada transaksi langsung antar pelaku usaha sehingga tujuan dari Bimbingan Teknis secara real bisa terwujud yaitu adanya deal bisnis,” kata Rifai Chaniago Direktur Eksekutif PPHI dalam keterangan tertulisnya diterima MINA, Jumat (14/7).

Dalam rangakaian kegiatan Bimtek tersebut, hari pertama akan diisi dengan dua sesi talkshow yang mendatangkan berbagai narasumber yang merupakan para ahli di bidang Pariwisata Ramah Muslim. Sementara hari kedua pada Jumat, 14 Juli 2023, agenda kegiatan yang akan dilangsungkan berupa Famtrip ke Kampung Betawi di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan.

Rangkaian acara Bimtek akan dihadiri oleh berbagai pelaku industri dari sektor pariwisata, diantaranya pelaku usaha yang tergabung pada asosiasi ASITA, ASTINDO, ASPPI, HPI, PPHI), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta, anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Selain itu, juga dihadiri anggota destinasi wisata yang tergabung dalam Persatuan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI),komunitas atau perkumpulan wisata halal serta beberapa pelaku usaha dari Negara tetangga Malaysia.

Rifai menjelaskan, kegiatan Bimtek ini dirancang dengan tujuan utama untuk mencapai beberapa hal yang sangat relevan dan penting untuk perkembangan Pariwisata Ramah Muslim di Indonesia.

“Di antaranya meningkatkan Pemahaman Tentang Pariwisata Ramah Muslim, meningkatkan Kemampuan Pelaku Usaha dan SDM Pariwisata, meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasca pandemic dan era digitalisasi serta meningkatkan kemampuan daya saing,” ujarnya.

Rifai berharap acara Bimtek ini dapat menjadi platform untuk memberikan pemahaman dan implementasi konsep Pariwisata Ramah Muslim di bidang usaha dan destinasi wisata.

Disamping itu kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut atas keberhasilan Indonesia kembali menempati ranking 1 pada Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 1 Juni 2023 di Singapore yang dikeluarkan oleh Mastercard Crescentrating.

Sekaligus juga sebagai persiapan bagi Provinsi DKI Jakarta dalam menyiapkan diri di tingkat Pelaku Usaha dan Sumber Daya Manusia dengan melakukan pelaksanaan Global Benchmarking yaitu Program Pemeringkat Internasional untuk Kualitas Produk dan Pelayanan Usaha Pariwisata Ramah Muslim yaitu “Muslim Friendly Rating for Services and Facilities in Travel, Tourism and Hospitality Segment” by Mastercard Crescentrating kolaborasi dengan PPHI.

Pada tingkat Nasional sedang berjalan Program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2023 yang hasilnya akan diumumkan pada Oktober 2023.

“Diharapkan dengan kegiatan ini dapat memantik untuk semakin berkembangnya Pariwisata Ramah Muslim di DKI Jakarta khususnya sehingga bisa menorehkan DKI Jakarta sebagai destinasi utama bagi pariwisata ramah muslim di Indonesia yang berdampak  pada meningkatnya pendapatan Devisa dari Wisatawan Mancanegara dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Wisatawan Nusantara, tentunya Sukses Jakarta untuk Indonesia,” pungkasnya.(R/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Widi Kusnadi

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.