Kemenparekraf Fokus Wujudkan Pariwisata Berkualitas

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat di Bali pada Jumat 17 Mei 2024 (Foto: Ip)

Jakarta, MINA –  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan fokus mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

“Menyambut World Water Forum dan memastikan pariwisata Bali semakin berkualitas dan berkelanjutan, kami menyiapkan focus group discussion (FGD) memberikan solusi terhadap permasalahan terkini maupun juga langkah ke depan, memanfaatkan posisi Bali sebagai destinasi unggulan juga menjaga budaya dan taksu Bali ini tidak kita tinggalkan,” ujar Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/5).

Sandiaga mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah mengadakan kegiatan “FGD Stakeholders Pariwisata Bali” di Politeknik Pariwisata Bali, pada Kamis (16/5) lalu.

Salah satu isu turut dibahas adalah dugaan sejumlah Warga Negara Asing (WNA) melakukan ritual erotis. Kejadian tersebut sempat viral di media sosial dan berpotensi merusak citra pariwisata Bali.

Baca Juga:  MINA News, Kemlu RI Siap Bersinergi untuk Indonesia dan Palestina

Ia menegaskan, pihak kepolisian telah melakukan penelusuran dan berharap masyarakat untuk responsif, ketika ada hal berpotensi merusak citra pariwisata Bali dan Indonesia secara luas.

“Kita sepakat bahwa ekosistem pariwisata kita harus diperkuat, industri kami akan meningkatkan pengawasan, termasuk melibatkan bendesa juga desa-desa wisata, masyarakat sekitar, sehingga bisa saling mengawasi,” ungkap Sandiaga.

Isu lain yang dibahas dalam FGD adalah pelanggaran-pelanggaran keimigrasian dan kriminalitas.

Terungkap beberapa hal yang telah juga ditangani aparat terkait yakni dua warga negara Ukraina dan satu warga negara Rusia yang ditangkap karena clandestine laboratory ganja hidroponik dan mephedrone di vila kawasan Canggu, Badung, Bali.

Ketiga warga negara asing tersebut diketahui tinggal dengan kartu izin terbatas (kitas) investor. Itu diharapkan dapat ditindak tegas, karena pariwisata berkualitas tidak boleh ragu-ragu.

Baca Juga:  Panglima Koarmada RI Laksdya Denih Hendrata Ajak Prajurit Tingkatkan Keimanan

“Ada beberapa langkah bisa lakukan secara makro maupun mikro untuk mengirim pesan jelas kepada dunia tidak akan mentolerir aktivitas kriminalitas yang ada di wilayah destinasi wisata unggulan dunia ini,” jelas Sandiaga.

Ia berharap Bali dan Indonesia menjadi acuan pariwisata dunia berkualitas. Sebagai informasi Kemenparekraf melalui Biro Komunikasi sebelumnya telah menyusun panduan komunikasi krisis bertujuan untuk mencegah, merespons, dan memulihkan kondisi krisis kepariwisataan di sektor parekraf melalui komunikasi.

Manajemen komunikasi krisis sebagai upaya terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan, dapat membantu mencegah atau mengurangi dampak negatif ketika krisis kepariwisataan terjadi. Serta mengambil keputusan dalam menyikapi krisis yang akan terjadi.

Tata kelola komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan dalam mempertahankan reputasi atau image dalam industri pariwisata. “Per hari ini angka pertumbuhan wisatawan (di Bali) meningkat, tapi kita harus pastikan jangan sampai aspek-aspek kualitas dan keberlanjutannya ini tertinggal,” tutur Sandiaga.

Baca Juga:  Presiden Joko Widodo Resmi Bukan Jakarta Fair 2024

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Ali Farkhan Tsani