Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prof Sudarnoto: Waspadai Program Utusan Khusus Anti-Semitisme Kemenlu AS

Ali Farkhan Tsani - Rabu, 24 Desember 2025 - 20:52 WIB

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:52 WIB

46 Views

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim.(Foto : Doc MINA News)

Jakarta, MINA – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat membentuk kantor Utusan Khusus yang bertugas memantau dan memerangi Antisemitisme (Special Envoy to Monitor and Combat Antisemitism). Kantor tersebut dipimpin oleh seorang pemuka Rabi Yahudi bernama Yehuda Kaploun.

Menanggapi hal itu, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional menyatakan, kantor tersebut sangat erat terkait dengan gelombang besar perlawanan terhadap zionisme Israel dan pembelaan terhadap Palestina di banyak wilayah negara termasuk Amerika dan Indonesia.

“Karena itu, yang disebut dengan Antisemit adalah siapa saja  yang melancarkan kritik, advokasi, pembelaan dan aksi solidaritas kemanusiaan bagi rakyat Palestina, dan menentang Zionisme Israel. Bahkan di waktu sebelumnya, pembela Palestina dan yang melawan zionisme Israel juga disebut teroris,” ujar Sudarnoto dalam rilisnya kepada MINA, Rabu (24/12).

Ia menambahkan, pelabelan dan narasi seperti itu tentu sangat menyesatkan dan membahayakan, karena itu harus ada perlawanan dan gerakan yang mengkonter narasi dan labeling tersebut.

Baca Juga: Komdigi Beri Batas Waktu Platform Digital Patuhi PP TUNAS, YouTube dan TikTok Disorot

“Antisemitisme ini menjadi dasar bagi pemerintah Amerika untuk membatasi kebebasan berpendapat, mengkriminalisasi solidaritas kemanusiaan. Narasi anti-semitisme adalah agenda politik Amerika melemahkan pembelaan terhadap palestina,” imbuhnya.

Bagi MUI kritik terhadap ideologi Zionisme, penolakan terhadap penjajahan, serta kecaman atas pelanggaran hukum humaniter dan hak asasi manusia yang dilakukan oleh negara Israel bukanlah anti-Semitisme. Pembelaan terhadap hak-hak rakyat Palestina merupakan persoalan keadilan dan kemanusiaan universal, bukan persoalan kebencian terhadap agama atau etnis tertentu.

Oleh karena itu, penyamaan antara kritik terhadap Israel dengan anti-Semitisme merupakan kesalahan dan kebodohan besar yang berpotensi menyesatkan opini publik dan menghambat upaya penegakan keadilan dan perdamaian internasional.

Menururtnya, program Kantor Utusan Khusus tersebut perlu diwaspadai karena, “Pertama, ini menjadi instrumen politik Amerika yang menerapkan standar ganda dalam isu kebencian dan diskriminasi. Kedua,  membungkam kritik dan solidaritas kemanusiaan. Ketiga, mengabaikan pelanggaran HAM yang secara kasat mata telah dilakukan zionis Israel secara terus menerus  terhadap rakyat Palestina.”

Baca Juga: Angka Kemiskinan di Papua Lampaui Rata-rata Nasional

“Rencana Yehuda Kaploun untuk merubah buku-buku ajar di Indonesia dengan memasukkan, menguatkan dan mengarusutamakan narasi Antisemitisme harus diwaspadai dan ditolak. Ini adalah bagian kampanye internasional untuk mengarusutamakan zionisme terutama di Indonesia,” lanjutnya.

Rencana tersebut, imbuhnya,  diduga akan dilakukan melalui skema kerjasama dengan pemerintah Indonesia dengan dana yang besar.

“Karena itu, jika memang hal ini benar, maka MUI mendorong agar proposal tersebut ditolak. Kepada ormas-ormas Islam dan seluruh penyelenggara pendidikan juga diserukan agar tidak terpengaruh oleh seluruh proyek zionis termasuk penulisan buku ajar dan perubahan kurikulum,” tegasnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Tumpukan Sampah di Beberapa Titik di Jakarta, Ini Kata Gubernur Pramono

Rekomendasi untuk Anda