SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program Inkubasi UMKM Syariah Diluncurkan di Bandung, Dorong Capaian Target Halal Nasional

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 8 April 2026 - 07:36 WIB

Rabu, 8 April 2026 - 07:36 WIB

17 Views

Program inkubasi UMKM syariah bertajuk Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship (R.I.S.E) (foto: for MINA)

Bandung, MINA – Program inkubasi UMKM syariah bertajuk Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship (R.I.S.E) Islamic resmi diluncurkan di Bandung, Selasa (7/4), sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis halal.

Program ini merupakan kolaborasi antara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung, Koperasi Syariah Masjid (KOSAMA) MUI Bandung dan sebuah bank swasta Syariah.

Inisiatif ini sejalan dengan Peta Jalan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2030, khususnya dalam pemberdayaan UMKM sebagai motor ekonomi halal nasional.

Peluncuran program ini juga dilatarbelakangi tenggat wajib sertifikasi halal bagi pelaku UMKM makanan dan minuman pada Oktober 2026. Berdasarkan data pemerintah, jutaan produk telah bersertifikat halal, namun masih banyak pelaku usaha mikro yang membutuhkan pendampingan agar memenuhi ketentuan Undang-Undang Jaminan Produk Halal.

Baca Juga: ASN Peserta Komcad Bakal Dibekali Pengetahuan Dasar Senjata dan Latihan Menembak

Program R.I.S.E Islamic diikuti oleh 75 pelaku UMKM terpilih dari ratusan pendaftar. Fokus utama program mencakup fasilitasi sertifikasi halal sesuai standar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta peningkatan kapasitas manajerial melalui pelatihan intensif, termasuk penyusunan laporan keuangan, pemasaran digital, dan strategi bisnis.

Perwakilan mitra pelaksana dari PCS Indonesia, Diah Alif Alhabibi menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Peserta akan mendapatkan pendampingan jangka panjang dari para mentor untuk memastikan implementasi roadmap bisnis dan proses sertifikasi halal berjalan optimal di lapangan.

Ketua MUI Kota Bandung, Miftah Faridl, dalam sambutannya menyoroti dominasi peserta perempuan dalam program ini. Ia mengaitkannya dengan teladan Khadijah binti Khuwailid sebagai sosok pengusaha sukses, seraya menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi syariah dengan tetap menjaga nilai-nilai keluarga.

Sementara itu, Deputi Direktur KNEKS, Helma Agustiawan menyebut program ini sebagai kelanjutan dari keberhasilan program Zona KHAS (Kuliner Halal Aman dan Sehat). Ia menegaskan, penguatan UMKM syariah harus memenuhi tiga indikator utama, yakni produk halal, pembiayaan bebas riba, serta etika bisnis yang berkontribusi sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.

Baca Juga: Kemhan Lepas 2.019 ASN Ikuti Pelatihan Komcad di Enam Lemdik Militer

Ketua Bidang Ekonomi MUI Bandung, Arsyad Ahmad, menambahkan bahwa program ini menjadi bagian percepatan pemberdayaan ekonomi umat yang telah dirintis sejak lama.

Sementara Ketua KOSAMA MUI Bandung, Iman Harjono, mengajak para pelaku UMKM untuk bergabung dalam ekosistem koperasi syariah guna memperkuat jaringan dengan ulama dan lembaga keuangan, sehingga mampu menjadi tuan rumah di pasar halal nasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Pohon Tumbang, Tol Jagorawi Alami Kemacetan

Rekomendasi untuk Anda