Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Optimalkan Dana Kemaslahatan, BPKH Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat lewat Program UMKM Berdaya

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 13 Januari 2026 - 21:18 WIB

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:18 WIB

9 Views ㅤ

BPKH bersama Rumah Zakat dan Yayasan Insan Setiabudi Jakarta melakukan seremoni serah terima Program Kemaslahatan Tahun 2025 berupa Pelatihan dan Pendampingan UMKM Berdaya di Jakarta, Kamis (9/1/2026). (Foto: RZumah Zakat)

Jakarta, MINA — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus mengoptimalkan Dana Kemaslahatan untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui Program Pelatihan dan Pendampingan UMKM Berdaya. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Rumah Zakat dan Yayasan Insan Setiabudi Jakarta, dan resmi dimulai di Jakarta pertengahan bulan Januari 2026.

Program UMKM Berdaya didanai dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang dikelola BPKH pada sektor kemaslahatan. Sinergi antar-lembaga tersebut ditandai dengan seremoni serah terima program, demikian yang diterima MINA, Selasa (13/1).

Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Kemaslahatan, SDM, Pengadaan, dan Umum, Sulistyowati, mengatakan program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan dana haji yang tidak hanya dirasakan jamaah, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi umat secara luas.

Menurutnya, pendampingan UMKM menjadi strategi penting untuk menciptakan pelaku usaha yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab BPKH dalam mengelola dana umat secara amanah dan tepat sasaran.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Wakil Ketua MPR RI M. Hidayat Nur Wahid yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah BPKH menggandeng mitra kemaslahatan seperti Rumah Zakat.

Ia menilai kolaborasi tersebut efektif dalam mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan berbasis syariah.

Program UMKM Berdaya menyasar 21 pelaku UMKM terpilih yang telah melalui proses kurasi. Kegiatan diawali dengan pelatihan intensif selama tiga hari, dilanjutkan pendampingan usaha selama empat bulan untuk meningkatkan kapasitas manajerial, kualitas produk, serta akses pasar agar UMKM dapat naik kelas.

Pimpinan Rumah Zakat Didi Sabir menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memberikan pembekalan pengetahuan, tetapi juga pengawalan usaha secara berkelanjutan agar pelaku UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar digital.

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Melalui program ini, BPKH berharap dapat melahirkan model UMKM berbasis komunitas yang tangguh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang berlandaskan prinsip syariah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

Rekomendasi untuk Anda