Tepi Barat, MINA – Lebih dari 33.000 pengungsi Palestina menghabiskan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri jauh dari rumah untuk tahun kedua berturut-turut, seiring dengan terus meningkatnya kekerasan dan pemindahan paksa oleh Israel di seluruh Tepi Barat, demikian laporan UNRWA yang dikutip, Senin (23/3).
Badan PBB tersebut mengatakan, meningkatnya serangan pemukim ditambah dengan tindakan pasukan pendudukan Israel telah mempercepat pemindahan paksa, terutama di daerah yang diklasifikasikan sebagai Area C.
Banyak keluarga yang mengungsi dari kamp-kamp di Jenin, Tulkarem dan Nur Shams menghadapi pembatasan pergerakan yang ketat, mencegah mereka mengunjungi kerabat atau mengakses tempat ibadah.
Sementara itu, data dari pusat informasi Palestina “Muta” mencatat peningkatan tajam pelanggaran Israel sejak awal 2026, dengan lebih dari 18.500 insiden yang telah menewaskan sedikitnya 34 warga Palestina dan melukai lebih dari 600 lainnya.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Pelanggaran tersebut mencakup ribuan penyerbuan militer, lebih dari 1.100 penangkapan, dan ratusan kasus perampasan properti. Pemukim juga melakukan lebih dari 1.100 serangan terhadap komunitas Palestina, seringkali di bawah perlindungan militer.
Para analis mengatakan dampak gabungan dari operasi militer dan kekerasan pemukim mencerminkan strategi yang lebih luas yang bertujuan untuk memperketat kendali atas wilayah Palestina di tengah pemindahan paksa.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic