Putaran Kedua Pemungutan Suara Otonomi Bangsamoro Berakhir

Mindanao, MINA – Putaran kedua pemungutan suara yang memberikan Muslim Moro di Filipina selatan otonomi komprehensif, berlangsung pada Rabu (6/2).

Pemungutan suara fase kedua dari Hukum Organik Bangsamoro (BOL) itu, diadakan di enam kota, Tagoloan, Balo-i, Pantar, Munai, Nunungan dan Tangcal di barat laut Lanao del Norte dan di 67 area perumahan di Cotabato Utara,demikian Anadolu Agency melaporkan.

Para pemilih ditanya apakah mereka ingin bergabung dengan Daerah Otonomi Bangsamoro, yang baru dibentuk oleh Muslim Mindanao (BARMM).

Hasil dari fase terakhir BOL akan memastikan area yang lebih besar untuk BARMM, setelah itu pemerintahan sementara akan dibentuk untuk membawa daerah kepada pemilihan begitu selesai.

Bangsamoro adalah istilah kolektif untuk Muslim Filipina yang tinggal di sebuah kepulauan di bagian selatan Filipina. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan Muslim Moro dan tanah air mereka.


Pemungutan suara bersejarah

BOL secara resmi diratifikasi pada 25 Januari, setelah hasil putaran pertama pemungutan suara pada 21 Januari memberikan otonomi komprehensif kepada Muslim Moro.

Menurut hasil resmi, lebih dari 1,54 juta orang, setara dengan lebih dari 85 persen pemilih memberikan suara mendukung BOL, sementara sekitar 190.000 lainya menentang.

Sebelumnya, pemungutan suara pertama diadakan di provinsi Maguindanao, Lanao Del Sur, provinsi pulau Basilan, Tawi-tawi, Sulu serta kota-kota Cotabato dan Isabela.

Pemungutan suara babak kedua berakhir

Pemungutan suara di babak kedua berakhir pada pukul 15:00 malam waktu setempat. Komisi Pemilihan Umum Filipina (COMELEC) mengatakan, hasil resmi akan diumumkan dalam waktu empat hari.

Sebelum pemungutan suara, COMELEC mengumumkan sekitar 640.000 pemilih termasuk Muslim, Lumad, Kristen, dan penduduk lokal memenuhi syarat untuk memilih pada tahap kedua.

Hukum Organik Bangsamoro

Di bawah BOL, pengadilan hukum Islam akan didirikan di wilayah tersebut dan pemerintah pusat Filipina akan mentransfer otoritas administratifnya di Mindanao ke pemerintah Bangsamoro.

Perairan di wilayah Bangsamoro akan dikelola secara simultan oleh pemerintah nasional dan juga pemerintah Bangsamoro. Pemerintah otonom akan bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya energi.

Orang-orang Muslim akan bebas dalam urusan internal mereka, sementara mereka akan terikat dengan Filipina dalam kebijakan luar negeri.

Selain itu, mantan pejuang Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) akan memenuhi syarat untuk bergabung dengan angkatan bersenjata resmi. (T/Ast/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)