Moskow, MINA – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan Moskow untuk menjadi mediator antara Iran dan negara-negara di kawasan Teluk Persia sebagai respons terhadap eskalasi konflik yang makin meluas di Timur Tengah.
Putin menawarkan penggunaan hubungan diplomatik Rusia dengan Teheran untuk menyampaikan kekhawatiran para pemimpin Teluk atas serangan Iran terhadap infrastruktur di beberapa negara Arab Teluk setelah serangkaian serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel di wilayah Republik Islam. RT melaporkan, Rabu (4/3).
Kremlin menegaskan bahwa Putin akan berupaya menyampaikan “keprihatinan mendalam” dari negara-negara Arab tentang dampak serangan terhadap fasilitas minyak dan instalasi strategis di kawasan Teluk kepada pimpinan Iran, dalam rangka meredam ketegangan yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
Usaha ini dinilai bagian dari upaya Rusia untuk mendorong setidaknya penurunan eskalasi konflik secara bertahap.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Penawaran peran mediator oleh Rusia muncul di tengah situasi yang semakin kompleks setelah serangan balasan Iran terhadap pangkalan AS di wilayah Teluk sebagai respons atas serangan udara AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beberapa waktu lalu.
Serangan Iran telah menargetkan lokasi-lokasi vital termasuk infrastruktur energi dan fasilitas pelabuhan, sehingga memicu kekhawatiran akan keterlibatan militer yang lebih luas.
Selain itu, Rusia sendiri mengecam tindakan serangan udara AS-Israel sebagai bentuk agresi yang tidak terprovokasi terhadap kedaulatan Iran, namun tetap berhati-hati untuk tidak merusak hubungan dengan Washington, mengingat peran Amerika Serikat dalam negosiasi konflik lain seperti perang di Ukraina. Kremlin juga menyatakan bahwa Moskow tetap berkomunikasi dengan kepemimpinan Iran secara konstan.
Ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk berlangsung di tengah konflik lebih luas di Timur Tengah yang dipicu oleh keterlibatan AS dan Israel dalam operasi militer terhadap target di Iran.
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
Dampaknya terasa tidak hanya dari sisi keamanan tetapi juga ekonomi global, khususnya pada sektor energi dan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. Di tengah situasi ini, berbagai aktor internasional seperti Rusia dan Turki menunjukkan upaya mediasi untuk mengembalikan stabilitas melalui jalur diplomatik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya
















Mina Indonesia
Mina Arabic