Ratusan Santri Gaza Akan Ikuti Program Bahagia Khatam Qur’an

Gaza, MINA – Ratusan santri penghafal Al-Qur’an Gaza akan mengikuti program Bahagia Khatam Al-Qur’an dalam merayakan Milad ke-14 AQL Islamic Center pada 30 Juli/1 Muharram 1444 H mendatang.

Direktur program Spirit of Aqsa, Ustaz Ridwan Hakim mengatakan, bahwa santri-santri Markaz Qur’an Gaza sangat antusias mengikuti program tersebut. Mereka terbagi ke beberapa kelompok lalu melingkar membaca ayat demi ayat.

“Gemerlap cahaya lampu gantung memantul ke karpet hijau masjid, memperlihatkan bayang semangat mereka. Surah Al-Fatihah selesai dibaca, dilanjut Surah Al-Baqarah, lalu surah-surah berikutnya. Saat tiba di Surah Al-Isra, seorang santri maju ke depan memimpin santri-santri lain membaca ayat pertama hingga akhir. Khataman kemudian dilanjutkan sampai pada Surah An-Nas,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulis, Rabu (20/7).

Menariknya, halaqah Qur’an itu tak hanya diikuti santri-santri berusia remaja saja. Ada pula santri yang sudah menginjak usia 30-an ke atas. Mereka tak malu berbaur satu sama lain. Tak ada kasta, mereka duduk khusyu membaca lembar demi lembar kitab suci.

Direktur program Spirit of Aqsa, Ustadz Ridwan Hakim, mengatakan, semarak Bahagia Khatam Qur’an di Gaza merupakan bentuk terimakasih kepada AQL Islamic Center dan Spirit of Aqsa (SoA). AQL melalui SoA setiap menyupport para santri itu beberapa tahun terakhir.

“Santri penghafal Al-Qur’an di Gaza mengucapkan selamat MIlad AQL yang ke-14, dan mengucapkan terimakasih atas peran AQL melalui Spirit of Aqsa yang selama ini memberikan sponsor dan bantuan demi terselenggara dan terwujudnya kegiatan menghafal Al-Qur’an di Gaza,” kata Ustadz Ridwan di Jakarta, Ahad (17/6/2022).

Senada disampaikan Pembina Markaz Qur’an Gaza, Syekh Abdullah, para santri turut berbahagia atas konsistensi AQL di jalan dakwah selama 14 tahun terakhir. Demikian dukungan moral dan moril yang selalu diberikan kepada santri Gaza.

“Kami dari markaz Qur’an di Gaza turut mengikuti program Khatam Qur’an dalam rangka milad AQL, dan  terimakasih kepada AQL dan Spirit of Aqsa, juga khusus kepada Ustadz Bachtiar Nasir,” kata Syekh Abdullah.

Ia mengungkapkan, saat ini Gaza masih menjadi sasaran serangan udara Israel. Bahkan pekan lalu angkatan udara militer Israel meluncurkan roket ke daerah tersebut. namun semangat mereka tak pernah surut untuk mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

“Penghafal Al-Qur’an menjadi salah satu kekuatan penting para pejuang Gaza. Lumrah ditemui setiap rumah memiliki satu hafidz. Tak jarang ditemui satu keluarga diisi oleh penghafal Al-Qur’an,” imbuhnya.

Syekh Abdullah mengatakan, berkah Al-Qur’an itu yang membuat mereka tetap teguh berdiri. Tidak ada kata mundur dalam berjuang melawan Zionis Israel. Para santri selalu siap-siagamelakukan perlawanan. Meski tanpa senjata di tangan mereka, namun Qur’an menggema di dalam dada membakar semangat untuk berada di garis terdepan.

“Sesungguhnya program membina para penghafal Al-Qur’an ini, adalah khidmat untuk Al-Qur’an dan Islam. Sebagaimana pesan Rasulullah, ‘sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.’ (HR Bukhari),” kata Syekh Abdullah. (R/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)