Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan Selebritis Internasional Dukung Francesca Albanese yang Diserang Sejumlah Pemerintah Eropa

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 16 Februari 2026 - 17:10 WIB

Senin, 16 Februari 2026 - 17:10 WIB

17 Views ㅤ

Pelapor Khusus PBB tentang Situasi di Palestina Francesca Albanese. (Foto: UN News)

Jakarta, MINA  — Lebih dari seratus artis, penulis, musisi, dan pelaku industri kreatif dunia menyatakan solidaritas kepada Pelapor Khusus hak asasi manusia PBB untuk wilayah Palestina Francesca Albanese, setelah mendapat desakan pengunduran diri dari beberapa negara Eropa terkait pernyataannya tentang genosida di Gaza, Palestina.

Surat terbuka yang digagas kelompok Artists for Palestine menegaskan dukungan penuh terhadap Albanese sebagai pembela hak asasi manusia dan hak eksistensi rakyat Palestina, meskipun ia menghadapi kritik tajam dari pemerintahan seperti Prancis dan Jerman. MEMO melaporkan, Senin (16/2).

Para figur dunia yang menandatangani surat tersebut antara lain aktor Hollywood seperti Mark Ruffalo dan Javier Bardem, penulis peraih Nobel Annie Ernaux, musisi Inggris Annie Lennox dan lainnya.

Mereka menyatakan bahwa suara-suara kritis terhadap pelanggaran HAM harus tetap didengar dalam demokrasi global, meskipun bernasib kontroversial secara politik.

Baca Juga: Bernie Sanders Ungkap AIPAC Gelontorkan Dana Besar untuk Jegal El-Sayed

Kritik terhadap Albanese memuncak setelah sebuah video singkat yang memicu polemik menyebutkan bahwa ia pernah mengatakan Israel sebagai “musuh bersama umat manusia”, sebuah klaim yang kemudian dibantah dan dinyatakan sebagai manipulasi.

Albanese menjelaskan maksudnya adalah mengkritik aksi genosida, bukan menuduh sebuah bangsa sebagai musuh bersama.

Seruan pengunduran diri terhadap Albanese datang dari beberapa pemerintahan Eropa, termasuk menteri luar negeri Prancis yang menyebut pernyataannya “keterlaluan dan tidak dapat diterima”, serta pejabat Jerman yang menyebut posisinya tidak lagi dapat dipertahankan secara politik.

Namun, Albanese menegaskan tidak akan mundur dan menolak menerima tekanan yang menurutnya bertujuan membungkam kritik terhadap kekerasan yang terus berlangsung di Gaza.

Baca Juga: Adam Hamawy, Dokter Misi Kemanusiaan Gaza yang Kini Terpilih Jadi Anggota Kongres AS

Latar belakang peristiwa ini bermula dari eskalasi perang antara Israel dan Hamas yang dimulai pada 7 Oktober 2023, yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil di Gaza dan menyebabkan kehancuran besar di wilayah tersebut.  []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS

Rekomendasi untuk Anda