Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Francesca Albanese Soroti Pembunuhan Jurnalis Gaza yang Terus Berlanjut

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:23 WIB

23 Views ㅤ

Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese. (Foto: Quds Press)

Jenewa, MINA – Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, menyatakan impunitas atas pembunuhan jurnalis di Jalur Gaza masih berlanjut. Pernyataan itu disampaikan dalam taklimat virtual untuk media, Selasa (27/10), terkait laporan terbarunya.

Laporan berjudul “Truth Under the Rubble: Media in the Time of Genocide” itu merujuk data sumber PBB. Menurut Albanese, hampir 300 jurnalis dan pekerja media tewas di Gaza sejak Oktober 2023, bersama lebih dari 700 anggota keluarga mereka.

Lebih dari 100 jurnalis lainnya ditahan, sebagian disebut mengalami penyiksaan. Sekitar 150 kantor dan pusat media, atau 80 persen infrastruktur media Gaza, juga hancur. Arabnews melaporkan.

Albanese menyebut serangan terhadap pers sebagai tindakan disengaja untuk menutupi kejahatan di Gaza, dan menamainya “mediacide”.

Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi

Laporan itu menyebut pembunuhan jurnalis dan penghancuran fasilitas media berpotensi merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ia mendesak pengadilan nasional bertindak berdasarkan yurisdiksi universal, serta mengkritik larangan Israel terhadap masuknya jurnalis asing ke Gaza.

Saat ditanya perkembangan penyelidikan pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh pada 2022, Albanese menjawab belum ada kemajuan. Ia menyebut impunitas itu tidak hanya oleh Israel, tetapi juga oleh Amerika Serikat.

Di Tepi Barat, menurut laporannya, tercatat lebih dari 139 serangan terhadap jurnalis dalam waktu belakangan ini. Albanese juga menyebut laporan itu mendokumentasikan intimidasi terhadap jurnalis Palestina oleh Hamas di Gaza dan Otoritas Palestina di Tepi Barat.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Laporan disusun berdasarkan sumber publik dan primer, konsultasi dengan penyintas dan pakar, serta 89 masukan tertulis.

Pelapor khusus merupakan bagian dari prosedur khusus Dewan HAM PBB dan bekerja secara independen. Pernyataan dan temuan Albanese merupakan penilaiannya sebagai pakar, dan pihaknya mendesak pelestarian bukti serta penyelidikan atas kasus-kasus tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Rekomendasi untuk Anda