Tel Aviv,MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku tengah berupaya secara pribadi memfasilitasi kepergian warga Palestina dari Jalur Gaza. Ia menyampaikannya dalam wawancara dengan media sayap kanan Israel, Channel 7, yang dikutip Middle East Monitor, Sabtu (24/10).
Netanyahu menyebut kendala utamanya ialah mencari negara yang bersedia menerima warga Gaza. Ia mengklaim sudah ada “perkembangan awal”, tetapi tidak menjelaskan rinciannya, tidak menyebut negara yang diajak berdiskusi, dan tidak mengungkap apakah ada yang menyatakan setuju.
Ia juga mengeklaim sekitar 150.000 warga Palestina telah meninggalkan Gaza selama perang dan 60 persen penduduk akan pergi jika diberi kesempatan, namun tanpa data pendukung.
Dalam wawancara yang sama, Netanyahu menegaskan Israel tetap berniat mempertahankan kendali militer atas lebih dari 60 persen wilayah Gaza. Pernyataan itu mengisyaratkan Israel tidak berencana menarik diri dari area yang kini dikuasai pasukannya.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Pernyataan ini muncul menjelang pemilu legislatif Israel pada Selasa (27/10/), dan isu pemindahan warga Gaza menguat dalam wacana kampanye.
Mitra koalisi Netanyahu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, sebelumnya memaparkan rencana tujuh tahun untuk “emigrasi sukarela” warga Gaza dan menginginkan kementerian khusus untuk urusan tersebut.
Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut gagasan itu sebenarnya dibekukan sementara, karena Presiden AS Donald Trump disebut menahannya akibat tekanan negara-negara Arab. Katz juga mengatakan negara yang bersedia menampung warga Gaza menginginkan dukungan Amerika Serikat.
Pemimpin Palestina dan sejumlah pemerintah negara Arab menolak keras gagasan tersebut. Para pengkritik mengingatkan bahwa skema itu bisa berujung pada pengungsian permanen, apalagi kondisi kemanusiaan di Gaza sangat parah sehingga keputusan pindah sulit dianggap benar-benar sukarela.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 73.000 warga Palestina tewas sejak perang pecah pada Oktober 2023, sementara gencatan senjata yang didukung AS sejak Oktober 2025 belum menghentikan serangan Israel. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic