Renungan Ramadhan H17: Nuzulul Quran Bulan Tadarus

Oleh Ali Farkhan Tsani, Direktur Islamic Center Ma’had Tahfiz Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI Foundation) Bekasi, Jabar

 

Al-Quran adalah bacaan yang paling mulia. Al-Quran merupakan kalam Allah Yang Mahamulia. Al-Quran dibawa oleh malaikat yang mulia Jibril Alaihis Salam, dan diterima oleh Rasul-Nya yang mulia Muhammad Shallallahu ’Alaihi Wasallam.

Al-Quran awal mula diturunkan pun pada bulan paling mulia yakni bulan suci Ramadhan. Dan Al-Quran diimani dan diikuti oleh umatnya yang mulia, yakni umat Islam.

Karena itu, orang yang mengetahui kemuliaan Al-Quran, pasti dia akan mencintanya, membacanya, menghayati kandungan isinya, mentadabburinya, berusaha menghafal ayat demi ayat-Nya, dan yang paling pokok adalah berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena Al-Quran merupakan bacaan yang mulia itulah, maka seorang Muslim yang membacanya pun akan mendapatkan pahala dari huruf demi huruf yang dibacanya. Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam bersabda:

 مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR At-Tirmidzi).

Apalagi jika kita baca pada bulan suci Ramadhan, pahalanya tentu akan berlipat ganda.

Pada bulan Ramadhan Rasulullah ber-muroja’ah (mengulang bacaan) Al-Quran sampai khatam di hadapan malaikat Jibril ‘Alaihis Salam.

Maka, tak heran jika para ulama, orang-orang shalih, para santri mengkhatamkan Al-Quran pada bulan Ramadhan bisa beberapa kali. Ada yang tiga kali, lima kali, 10 kali, hingga 30 kali khatam, dan seterusnya. Subhaanallaah !

Begitulah, terlebih jika didalami kandungannya, terdapat petunjuk dan pedoman hidup bagi kita.

Ini seperti Allah sebutkan di dalam firman-Nya :

…..الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ…..

Artinya : “…..Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)…”. (QS Al-Baqarah [2]: 185).

Selain sebagai petunjuk dan pedoman hidup, Al-Quran juga merupakan penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.

Ini seperti disebutkan dalam firman Allah :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (QS Al-Isra [17]: 82).

Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan keadaan setiap penghuni rumah tangga Muslim agar menghiasi rumahnya dengan alunan ayat-ayat suci Al-Quran. Sebab, rumah yang di dalamnya tidak dibacakan ayat-ayat Al-Quran akan banyak keburukan perilaku, kegersangan jiwa, dan kesempitan pandangan kehidupan.

Apalagi pada bulan suci Ramadhan. Kita dianjurkan memperbanyakkan bacaan Al-Quran di dalamnya karena ia adalah bulan Al-Quran.

Semoga pada sisa separuh akhir bulan Ramadhan kita bisa mengkhatamkan Al-Quran. Semoga Allah mudahkan. Aamiin. (A/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)