Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Respons Sanksi Eropa, Pemukim Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WIB

Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WIB

22 Views ㅤ

Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin (kiri), Presiden Amerika Serikat Bill Clinton (tengah), dan Pemimpin politik Palestina Yasser Arafat (kanan) di Gedung Putih pada tahun 1993. (Foto: Al Jazeera)

Tel Aviv, MINA – Pimpinan gerakan pemukim Israel pada Selasa (8/9) menyerukan agar Perjanjian Oslo dibatalkan, permukiman diperluas hingga mencakup Wilayah A dan B di Tepi Barat yang diduduki, serta Otoritas Palestina dibubarkan. Seruan ini merupakan tanggapan atas sanksi Eropa baru-baru ini.

Kalangan politik dan pemukim Israel juga berupaya mendesak Amerika Serikat untuk mengambil langkah balasan, menurut lembaga penyiaran publik Israel, Kan 11.

Lembaga penyiaran tersebut melaporkan ketua Dewan Yesha, Yisrael Gantz, bertemu dengan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, untuk membahas kemungkinan langkah AS dalam menanggapi sanksi yang dijatuhkan oleh Inggris, Prancis, dan negara-negara lain terhadap permukiman.

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan kedua antara Gantz dan Huckabee dalam waktu singkat, menyusul pertemuan sebelumnya di kediaman duta besar pada Senin yang berlangsung selama beberapa jam.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Langkah-langkah ini muncul di tengah meningkatnya sanksi Eropa baru-baru ini akibat lonjakan serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki serta perluasan permukiman, khususnya rencana pembangunan di kawasan E1 dekat permukiman Maale Adumim. []

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina