Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Tutup Kawasan Pusat Hebron dan Bongkar Monumen Syuhada Palestina

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:24 WIB

16 Views

Perintah pembongkaran gedung milik warga Palestina oleh pendudukan Israel terus meningkat sejak dimulainya genosida di Jalur Gaza. (Foto: Anadolu)

Hebron, MINA – Pasukan penjajah Israel menutup kawasan Bab al-Zawiya di pusat Hebron, membongkar monumen syuhada Palestina dan memasang unit mobilitas di atas sejumlah toko komersial pada Kamis (29/10).

WAFA melaporkan, pasukan Israel yang didampingi buldoser militer menyerbu Bab al-Zawiya, salah satu kawasan komersial di pusat kota. Mereka memaksa pemilik toko menutup usaha, menembakkan gas air mata ke arah warga, dan membersihkan kawasan tersebut secara paksa.

Pasukan Israel juga menggunakan buldoser untuk membongkar monumen syuhada Palestina di persimpangan al-Sahib, Hebron selatan.

Selain itu, pasukan memasang unit mobilitas di atas toko-toko milik warga Palestina di halaman gedung lama Kotamadya Hebron. Sebelumnya, mereka menutup gerbang besi di lokasi tersebut dan melarang warga mengakses kawasan itu.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Agresi militer Israel di Provinsi Hebron berlanjut selama tujuh hari berturut-turut. Pasukan Israel mempertahankan pengepungan di kawasan al-Jalda dan Deir Bahha, menggerebek rumah-rumah warga Palestina, serta merusak barang-barang di dalamnya.

Lebih dari 780 keluarga terdampak serangan tersebut. Sekitar 5.000 warga Palestina menghadapi pengepungan dan pengungsian paksa, baik karena terpaksa meninggalkan rumah maupun karena terjebak di dalamnya. Situasi ini terutama terjadi di al-Jalda dan Deir Bahha yang berada di bawah pengepungan ketat sejak Jumat sebelumnya.

Sejak agresi militer dimulai, pasukan Israel telah menahan lebih dari 115 warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan. Ratusan warga lainnya juga dilaporkan ditahan dan menjadi sasaran penganiayaan.

Pengepungan dan agresi militer di sejumlah wilayah Hebron turut mengganggu kegiatan belajar tatap muka di 66 sekolah, sehingga berdampak terhadap 2.872 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.198 siswa berada langsung di wilayah yang dikepung, sedangkan 674 siswa lainnya terpaksa mengungsi dan tidak dapat mencapai ruang kelas mereka.[]

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda