Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim Panen Zaitun Palestina Dihantui Serangan Tentara dan Pemukim Israel

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:28 WIB

20 Views

Ilustrasi: pemukim Yahudi Israel menyerang petani zaitun Palestina. (Foto: X / @PalestinePMO / PM of Palestine)

Tepi Barat, MINA – Pasukan penjajah dan pemukim Israel melakukan 13 serangan terhadap pemetik zaitun Palestina di empat provinsi di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa (27/10). Serangan tersebut menyasar petani, lahan pertanian, dan properti di tengah berlangsungnya musim panen zaitun tahunan.

Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina mendokumentasikan serangkaian serangan sejak Selasa pagi hingga pukul 18.00 waktu setempat. Insiden yang tercatat meliputi penyerangan fisik, penahanan, pencurian hasil panen, perusakan kendaraan, serta pembatasan akses petani ke lahan mereka.

Serangan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan pendirian pos permukiman baru Israel di tengah kebun zaitun, sehingga memicu kekhawatiran mengenai perluasan permukiman dan pengusiran petani Palestina dari tanah mereka.

Di Provinsi Ramallah dan al-Bireh, pasukan Israel dan pemukim menahan puluhan warga Palestina serta aktivis solidaritas internasional di bagian timur Turmus Ayya. Mereka juga mencegah petani mencapai kebun zaitun, termasuk lahan yang hanya berjarak puluhan meter dari rumah mereka, serta merusak kendaraan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Di Sinjil, seorang pemukim melepaskan ternak ke lahan pertanian, sementara warga menghadapi pembatasan untuk mengakses sebagian besar properti mereka.

Di al-Mughayyir, pemukim menyerbu lahan pertanian milik keluarga Abu Shafiq dan melakukan patroli provokatif di dekat rumah seorang warga lanjut usia yang dikenal sebagai Abu Atta. Pada saat yang sama, buldoser militer Israel terus meratakan tanah di kawasan Sahl al-Rafid.

Di Deir Jarir, tepatnya di kawasan al-Harayiq, pemukim menyerang para pemetik zaitun di bawah perlindungan pasukan Israel. Seorang warga Palestina mengalami sesak napas akibat gas air mata, sedangkan seorang pria lanjut usia mengalami luka serius pada tangannya.

Pasukan Israel juga menangkap Anas Shuja’iyya setelah menyerangnya. Sementara itu, pemukim menyerang petani di pinggiran Ein Yabrud, berusaha mengusir mereka dari lahan, dan menggiring ternak ke kebun pertanian.

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Di Beit Ur al-Tahta, sejumlah warga Palestina dan aktivis solidaritas internasional mengalami sesak napas akibat gas air mata dalam serangan pemukim yang didampingi pasukan Israel. Serangan tersebut dilaporkan melibatkan kekerasan fisik, penembakan tabung gas air mata dan amunisi tajam, pengusiran aktivis internasional, serta penahanan sejumlah orang.

Di Provinsi Nablus, pemukim menyerang pemetik zaitun di kawasan Wadi al-Shami, Asira al-Qibliya, merusak kendaraan, dan memaksa petani meninggalkan lahan mereka.

Di Madama, seorang pemukim bersenjata mengusir empat keluarga Palestina dari lahan pertanian ketika mereka sedang memanen zaitun di bagian utara kota. Serangan juga terjadi di kawasan Khallat Mahra, Tell, dekat pos permukiman Havat Gilad. Di lokasi tersebut, pemukim menyerang petani dan mencuri zaitun yang telah dipanen.

Di Beita, pemukim menyerang petani secara fisik di kawasan al-Dhahra serta menyita hasil panen dan terpal yang digunakan untuk memanen zaitun.

Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat

Sementara itu, di Burqa, seorang petani Palestina berusia 50 tahun mengalami pemukulan berat ketika sedang memanen zaitun. Tim Palang Merah Palestina kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Di Provinsi Salfit, pemukim mendirikan pos permukiman baru di kawasan Wadi al-Ahmar, antara desa Yasuf dan Marda. Pos tersebut berada di tengah lahan pertanian luas yang ditanami pohon zaitun dan dikhawatirkan semakin membatasi akses petani terhadap tanah mereka.

Adapun di Provinsi Jenin, pasukan Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap petani di kawasan Barta’a. Mereka dilarang mencapai lahan pertanian di balik tembok pemisah Israel untuk menyelesaikan panen zaitun.

Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman memperingatkan bahwa serangan berulang selama musim panen menunjukkan keterkaitan antara kekerasan terhadap petani dan upaya memperluas keberadaan permukiman Israel di lahan pertanian Palestina.

Baca Juga: Jelang Musim Dingin, PBB Peringatkan Krisis Pengungsian Gaza

Menurut komisi, penyerangan, penahanan, pencurian hasil panen, perataan tanah, pendirian pos permukiman, dan pembatasan akses terjadi secara bersamaan di sejumlah lokasi.

Komisi menilai pendirian pos baru antara Yasuf dan Marda serta perataan tanah di Sahl al-Rafid menunjukkan ancaman terhadap penggunaan lahan pertanian Palestina. Penargetan petani bahkan di dekat rumah mereka dinilai merusak mata pencaharian dan meningkatkan tekanan agar pemilik tanah meninggalkan lahan mereka.

Komisi juga memperingatkan bahwa pembatasan berkepanjangan dapat mengubah kehilangan hasil panen sementara menjadi hilangnya akses permanen terhadap lahan pertanian dan sumber pendapatan.

Komisi menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah menghentikan serangan, meminta pertanggungjawaban para pelaku, dan menjamin keselamatan serta akses petani Palestina ke tanah mereka.[]

Baca Juga: Sembilan Warga Palestina Syahid dalam Serangan Terbaru Israel di Gaza

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina
Palestina