London, MINA – Puluhan ribu pengunjuk rasa memenuhi jalan-jalan di London pada Sabtu (31/1) untuk menuntut penghentian langsung penjualan senjata Inggris ke Israel dan mengutuk pelanggaran terus-menerus terhadap gencatan senjata di Gaza. Aksi unjuk rasa nasional ini digelar di tengah laporan terus berlanjutnya korban jiwa di Palestina.
Massa berkumpul di Russell Square sebelum melakukan long march menuju Whitehall, pusat pemerintahan Inggris. Kemarahan para pengunjuk rasa terutama ditujukan ke Kantor Perdana Menteri di 10 Downing Street, yang mereka tuduh bersekongkol dalam apa yang disebut sebagai genosida yang berlanjut.
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah Israel dan Inggris, mendesak institusi dan perusahaan-perusahaan Inggris untuk mengakhiri dukungan terhadap tindakan yang melanggar hukum internasional.
Menurut keterangan Kantor Media Gaza, agresi militer Zionis Israel telah menewaskan 524 warga Palestina dan melukai 1.360 lainnya, dengan total 1.450 pelanggaran.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Sepanjang rute, sejumlah kecil kontra-demonstran pro-Israel berjejer sambil mengibarkan bendera Israel dan Inggris, berupaya memprovokasi para peserta aksi. Namun, demonstrasi utama berlangsung tanpa insiden besar.
Aksi ini kembali menyoroti tekanan publik yang kuat terhadap pemerintah Inggris untuk mengubah kebijakan luar negerinya terkait konflik Israel-Palestina, khususnya dalam hal embargo senjata.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
















Mina Indonesia
Mina Arabic