Mari Kita Bangun Lagi RS Indonesia di Gaza, Bangsa Indonesia Kaya

Oleh: Heri Budianto, MT, Dosen & Ketua LPPM Sekolah Tinggi Islam Al-Qur’an Abdullah bin Masud online, Lampung.

Judul di atas adalah jawaban dari inisiator Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina, dr Joserizal Jurnalis, ketika beliau ditanya oleh Juru Bicara Kemlu RI Bidang Hubungan Luar Negeri, Teuku Faizasyah, dalam sebuah diskusi tentang bagaimana jika RSI di Gaza dibom (dihancurkan) Israel.

Penulis ketika itu mengikuti diskusi yang berlangsung di salah satu gedung kompleks istana negara, 13 tahun silam. Waktu itu memang beberapa sesi diskusi dilakukan untuk menyatukan langkah-langkah dan memantapkan pembangunan RS Indonesia di Gaza.

Bapak Teuku Faizasyah didampingi Julian Aldrin Pasha menyampaikan sikap dan pandangan Pemerintah Indonesia, bahwa sejak awal berdirinya NKRI, pemerintah mendukung penuh perjuangan bangsa Palestina untuk menjadi negara yang merdeka, berdaulat, hidup dalam kedamaian dan mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional.

Sementara itu, dr Joserizal Jurnalis menyampaikan visi misi serta latar belakang dibangunnya RSI di Gaza.  RSI berfokus pada pelayanan kesehatan untuk trauma dan rehabilitas bagi para korban perang di jalur Gaza.

Dalam pelaksanaan pembangunan RSI, MER-C menggandeng para relawan dari Jaringan Ponpes Al-Fatah Indonesia yang sudah menyatakan kesediannya untuk mengawal prosesnya hingga tahap akhir. Hal itu disampaikan langsung oleh pembina utama Al-Fatah Imaam Muhyiddin Hamidy (Allahu yarhamhu).

Teuku Faizasyah menyampaikan kekhawatirannya akan keselamatan para relawan yang membangun RSI karena sangat rentan dari serangan Israel. Keselamatan WNI secara konstitusi menjadi tanggung jawab pemerintah.

Semua orang mengetahui, resiko keselamatan di Gaza sangat rentan.  Jangankan WNI, para pekerja dari PBB saja tidak luput dari serangan tentara Zionis Israel.

Menjawab kekhawatiran itu, dr Joserisal menjawab dengan mantap, jika RSI dihancurkan Zionis Israel, maka kita akan membangunnya kembali. Bangsa Indonesia ini kaya lagi dermawan, pasti bisa membangunnya kembali.

Jika mereka saudara-saudara kita di Gaza mengalami penderitaan panjang, mereka mengorbankan jiwa dan raganya untuk melawan penjajah Israel. Maka, kita Bangsa Indonesia hanya mengorbankan sedikit harta untuk membantu mereka, menolong mereka untuk bangkit kembali.

Diskusi akshirnya menjadi cair setelah Imaam Yaksyallah Mansur sebagai perwakilan Jaringan Ponpes Al-Fatah menyatakan, bahwa bangunan RSI di Gaza bukan hanya sekadar amaliah di dunia, tetapi akan menjadi amal jariyah sampai menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adapun jika RSI hancur akibat serangan Zionis Israel, hal itu  tidak mengurangi pahala  mereka yang telah memberikan konstribusi dalam pembangunan RSI.

Dengan penjelasan itu, Alhamdulillah pihak pemerintah memahaminya. Mereka akan menyampaikan kepada Bapak Presiden. Diskusi ditutup dengan doa oleh Imam Yaksyallah Mansur.

Tantangan Membangun di Area Konflik

Menurut tinjauan manajemen konstruksi, pelaksanaan proyek yang besar membutuhkan struktur organisasi yang kuat dan memiliki sistem kerja yang rapi. Hal ini disebabkan karena masalah-masalah yang timbul sangat kompleks, sifatnya menyeluruh, saling berhubungan, dan membutuhkan kerja sama antar semua personil yang terlibat dalam proyek tersebut.

Pada pelaksanaannya, tahapan meliputi planning, organizing, staffing, leading dan controling adalah hal yang penting untuk menunjang keberhasilan. Keberhasilan suatu proyek juga akan terlihat jika organisasi tersebut mampu mengendalikan tiga hal, yaitu:

Pertama, biaya yang efisien dan ekonomis. Kedua, tim yang profesional dan ketiga diperlukan determinasi tinggi untuk sampai pada tahap akhir pembangunannya.

Ketua Pengadaan alat kesehatan RSI di Gaza, Ahyaudin Sodri mengatakan, rumah sakit traumatologi membutuhkan peralatan yang berteknologi canggih. Dibutuhkan alat-alat medis dari luar negeri seperti Jerman, Jepang, dan negara-negara maju di bidang kesehatan.

Jika saat ini RSI mengalami kerusakan akibat agresi Zionis Israel, maka bangsa Indonesia bertekad untuk membangunnya kembali, bahkan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Alhamdulillah semangat dan kepedulian rakyat Indonesia untuk tetap membantu bangsa Palestina tidak pernah surut. Mereka berduyun duyun mendatangi lembaga-lembaga kemanusian untuk menyalurkan bantun mereka kepada rakyat Palestina.

MER-C bersama dengan Al-Fatah dan lembaga-lembaga lainnya siap membangun kembali, beramal shaleh, memberikan bantuan terbaik yang kita bisa untuk perjuangan rakyat Palestina.

Perjuangan harus kita lakukan dengan maksimal, adapun hasilnya kita serahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena Dialah Yang Mengatur semuanya.

Wallahu a’alam bis Shawab. (A/Hb/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)