Saudi Cabut Pelarangan Aplikasi Pengguna Video Whatsapp

    Aplikasi pengguna pengguna suara dan video melalui internet. (foto: inet)

Arab Saudi, MINA – Menteri Komunikasi dan Informatika Arab Saudi, Abdullah Al-Sawah, mengumumkan pencabutan pelarangan aplikasi WhatsApp pengguna suara dan video melalui internet (Voice over Internet Protocol/VoIP) dalam waktu pekan ini.

Menurut Khaleej Times yang dikutip MINA, menteri Al-Sawah mengumumkan dalam akun sosial media bahwa larangan tersebut akan dicabut atas kerjasama dengan mitra telekomunikasi diperkirakan selesai pada Rabu (20/9) mendatang.

“Kami Bekerja sama dengan mitra telekomunikasi dan sejalan dengan kebijakan #customer_first kami, kami menyerukan pencabutan pemblokiran panggilan dalam waktu pekan ini… dan kami masih berusaha untuk lebih,” kata Al-Sawah di akun resminya twitter pada Rabu (13/9).

“@CITC_SA akan mengawasi peninjauan persyaratan kepatuhan terhadap peraturan dan akan bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk memungkinkan pencabutan tersebut, sesuai dengan persyaratan,” ujarnya.

Lebih lanjut Al-Sawah mengatakan, otoritas dan penyedia layanan telekomunikasi di kerajaan tersebut berkoordinasi untuk membebaskan layanan VoIP kepada pelanggan warga Saudi untuk memanfaatkan aplikasi yang mendukung panggilan suara dan video.

Ia menjelaskan bahwa aplikasi yang mendukung pilihan VoIP, panggilan suara dan video melalui internet akan mulai bekerja.

Badan yang bekerja sama dengan keputusan tersebut menekankan bahwa mereka akan memungkinkan setiap orang untuk menggunakan aplikasi yang mendukung VoIP untuk melakukan panggilan suara dan video dengan kualitas tinggi.

Keputusan tersebut sejalan dengan tujuan dan visi Kerajaan sampai tahun 2030 mendatang.

Sebelumnya, Komisi Komunikasi dan Informatika Arab Saudi telah memberlakukan larangan layanan panggilan aplikasi WhatsApp pada 15 Maret 2015 lalu.

Selanjutnya, pada 8 Februari 2016 pemerintah Saudi tengah melakukan langkah-langkah yang untuk melarang layanan panggilan WhatsApp lagi. (T/R10/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)