Saudi dan Irak Setuju Tingkatkan Kerja Sama OPEC

Riyadh, MINA – Arab Saudi dan Irak menyetujui kerja sama dan koordinasi posisi mereka tentang kebijakan minyak dalam organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), keduanya mengatakan setelah pertemuan antara Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

“Kedua belah pihak menekankan pentingnya kerjasama di bidang energi, pertukaran pengalaman dan koordinasi posisi di bidang minyak dalam lingkup Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan OPEC Plus,” demikian pernyataan pasca pertemuan yang dipublikasikan Saudi Press Agency, Rabu (11/11).

Kedua negara menekankan komitmen penuh terhadap semua keputusan yang telah disepakati, dengan cara yang menjamin tercapainya harga minyak yang adil dan pantas bagi eksportir dan konsumen di pasar minyak global.

Arab Saudi dan Irak adalah pengekspor minyak terbesar pertama dan kedua OPEC.

Namun, mereka terkadang berselisih mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk mendukung harga minyak.

Irak, negara yang masih belum pulih dari perang, bergantung pada pendapatan minyaknya dan belum menerima pemotongan produksi.

Terlebih lagi, setelah kesepakatan OPEC pada April, Irak gagal memenuhi kuota produksinya, mendorong Arab Saudi untuk mengancam akan menghidupkan keran dan menenggelamkan harga kecuali jika mulai memotong lebih dalam.

Baru-baru ini, di tengah laporan bahwa OPEC Plus mungkin memperpanjang tingkat pemotongan saat ini, yaitu 7,7 juta barel per hari, atau bahkan memperdalamnya,.

Baghdad menjamin untuk mematuhi kesepakatan apa pun dan mendukung setiap keputusan dengan suara bulat yang diambil OPEC terkait produksi minyak.

Pagu produksi minyak Irak berdasarkan perjanjian OPEC Plus adalah 3,8 juta barel per hari untuk periode dari Agustus hingga Desember tahun ini.

Batas maksimumnya sebanding dengan produksi aktual Irak lebih dari 4 juta barel per hari pada bulan April. (T/RS2/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)