Saudi: Pajak Tembakau yang Tinggi Paksa Banyak Orang Berhenti Merokok  

Dammam, MINA – Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah melaporkan, bahwa peningkatan pajak tembakau membuat banyak perokok mencari bantuan medis untuk menghentikan kebiasaannya itu.

Kepala Komunitas Anti-Rokok Naqaa Sulaiman Al-Sabi mengatakan, pajak tembakau meningkat sebanyak 348 persen, demikian laporan Saudi Gazette yang dikutip MINA, Kamis.

“Klinik kami menyaksikan peningkatan besar pada pasien yang datang untuk berhenti merokok sehingga mereka tidak perlu membayar pajak untuk tembakau. Harga sebungkus rokok sekarang telah mencapai SR25 atau sekitar 93 ribu rupiah. Perokok akan menghabiskan uang senilai SR750 atau sekira 2,78 juta rupiah setiap bulannya hanya untuk rokok,” kata Al-Sabi kepada surat kabar Makkah.

Dia mengatakan, beberapa pasien ingin berhenti merokok sepenuhnya dan yang lain hanya ingin mengurangi jumlah rokok yang mereka hisap sehari.

Baca Juga:  Negara-Negara Barat Desak Israel Gencatan Senjata di Gaza

“Pengawasan Bea Cukai melaporkan bahwa impor tembakau menurun 70 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Alasan untuk penurunannya adalah bahwa lebih sedikit orang yang membeli tembakau karena kenaikan harga atau bisa jadi penjual tembakau mengimpor stok besar dan mereka simpan sampai mereka perlu melakukan stok kembali,” ujar Al-Sabi.

Dia juga mengatakan masih ada banyak serial TV yang ditayangkan selama bulan Ramadhan di mana para aktor sedang merokok.

“Itu menjadi pemicu kembali bagi perokok yang mencoba berhenti. Harus ada sensor yang dikenakan pada mereka. Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat mulai memotong adegan dan menunjukkan di mana karakter merokok. Menampilkan adegan ini adalah pengaruh buruk pada pemirsa muda dan anak-anak juga,” kata Al-Sabi.

Baca Juga:  Negara-Negara Barat Desak Israel Gencatan Senjata di Gaza

Dia mengatakan menaikkan pajak atas tembakau tidak cukup untuk memerangi rokok. Kementerian Kesehatan Saudi juga harus menerapkan denda yang keras pada pedagang yang menjual rokok kepada anak-anak di bawah 18 tahun.

“Orang-orang (perokok aktif) juga harus menjauhi makanan berlemak, teh dan kopi karena makanan ini mengasah selera untuk merokok,” tambah Al-Sabi.

Negara Petrodollar ini merupakan salah satu negara yang paling tinggi tingkat konsumsi rokoknya. Saudi menempati posisi ke-23 negara-negara yang konsumsi rokoknya tinggi

Dari 27 juta total penduduk Saudi -jumlah ini sudah termasuk warga negara asing- enam juta orang di antaranya adalah perokok, dengan konsumsi rokok mencapai 40 ribu ton tiap tahunnya atau jika di-uang-kan setara dengan 1,3 miliar dolar. Dari enam juta perokok, 600 ribu di antaranya adalah kaum perempuan dewasa dan remaja. (T/R01/B05)

Baca Juga:  Negara-Negara Barat Desak Israel Gencatan Senjata di Gaza

Mi’raj News Agency (MINA)