Makkah, MINA – Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah merilis panduan resmi pelaksanaan haji bagi jamaah lokal sebagai upaya meningkatkan kelancaran dan kenyamanan ibadah musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Panduan tersebut disiapkan untuk membantu jamaah memahami prosedur, aturan, serta tata kelola ibadah selama berada di Tanah Suci.
Dalam keterangannya, otoritas Saudi menyebut panduan itu menjadi bagian dari strategi peningkatan pelayanan kepada jamaah, terutama dalam menghadapi jutaan peserta haji dari dalam dan luar negeri.
Materi panduan mencakup alur keberangkatan, ketentuan transportasi, tata tertib di kawasan suci, hingga prosedur keselamatan dan kesehatan selama pelaksanaan ibadah.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Pemerintah Saudi dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas transformasi digital layanan haji dan umrah. Berbagai layanan berbasis aplikasi kini digunakan untuk mempermudah akses informasi, pemesanan layanan, hingga pengaturan pergerakan jamaah di lokasi-lokasi utama ibadah.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi kepadatan sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan di tengah tingginya jumlah jamaah setiap musim haji.
Selain panduan tertulis, Kementerian Haji dan Umrah juga mendorong peningkatan kesadaran jamaah terkait disiplin pelaksanaan aturan haji. Pemerintah Saudi beberapa waktu terakhir memperketat pengawasan terhadap izin masuk ke Makkah dan area masyair guna mencegah pelanggaran aturan haji ilegal yang dinilai dapat mengganggu keamanan serta keselamatan jamaah resmi.
Musim haji tahun ini diperkirakan kembali dihadiri jutaan umat Islam dari berbagai negara setelah peningkatan kapasitas layanan dan infrastruktur di kawasan suci.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Otoritas Saudi juga terus melakukan modernisasi fasilitas, termasuk pengembangan transportasi, sistem pendingin udara, layanan kesehatan, serta teknologi pemantauan arus jamaah di Masjidil Haram dan lokasi puncak haji lainnya.
Kebijakan penerbitan panduan haji tersebut mendapat perhatian luas karena menunjukkan keseriusan Pemerintah Saudi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Dengan sistem pelayanan yang semakin terintegrasi dan berbasis teknologi, pemerintah berharap jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah secara aman, tertib, dan lebih khusyuk. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic