Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 1.092 Pasien di Gaza Meninggal saat Tunggu Evakuasi Medis

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:19 WIB

Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:19 WIB

7 Views

"Rumah Sakit Nasser di Gaza terima jenazah 30 warga Palestina yang dikembalikan Israel melalui Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Jumat (31/10/25). (Foto: Anadolu Agency)

Gaza, MINA – Sekitar 1.092 pasien di Gaza meninggal dunia saat menunggu evakuasi medis antara Juli 2024 dan 28 November 2025, menurut otoritas kesehatan Gaza. Angka ini disampaikan oleh perwakilan WHO untuk wilayah Palestina, Rik Peeperkorn, di markas besar PBB di New York pada Jumat (12/12).

Peeperkorn menyatakan, angka tersebut kemungkinan lebih rendah dari kondisi sebenarnya dan hanya berdasarkan laporan yang tercatat. WHO menyerukan kepada lebih banyak negara untuk menerima pasien dari Gaza, serta memulihkan evakuasi medis ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Disebutkan bahwa 18 dari 36 rumah sakit dan 43 persen pusat layanan kesehatan primer di Gaza berfungsi sebagian, dengan kekurangan parah obat-obatan esensial dan perlengkapan medis, termasuk untuk penanganan penyakit jantung.

Meski tingkat persetujuan untuk pasokan masuk Gaza membaik, proses pengiriman obat dan peralatan medis masih digambarkan sebagai proses yang lambat dan rumit secara tidak perlu. WHO juga terus menghadapi kendala dalam membawa reagen laboratorium dan komponen mesin lab kritis, karena banyak item ditolak masuk dengan alasan klasifikasi.

Baca Juga: Pemilu Israel 27 Oktober, Koalisi Partai Arab Bertekad Jegal Netanyahu

Peeperkorn mendesak otoritas penjajah Israel untuk memberikan persetujuan menyeluruh agar pasokan medis dapat masuk Gaza sehingga kebutuhan mendesak dapat terpenuhi. Ia juga menyoroti dampak Badai Byron yang memperdalam penderitaan pengungsi, dengan kondisi musim dingin serta air dan sanitasi yang buruk diperkirakan memicu lonjakan infeksi saluran pernapasan akut, hepatitis, dan penyakit diare.

Anak-anak, lansia, dan orang dengan masalah kesehatan kronis disebutkan sebagai kelompok yang paling berisiko.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Lapid Tuding Netanyahu Politisasi Keamanan Negara Jelang Pemilu: “Ini Sirkus Pemilu!”

Rekomendasi untuk Anda