SMAIT Insan Mandiri Cibubur Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa

Siswa SMAIT Insan Mandiri Cibubur saat mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pada Senin (22/11) di Pusdiklat Security, Citeureup. (Foto: dokumentasi SMAIT Insan Mandiri Cibubur)

Citeureup, MINA – Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Insan Mandiri Cibubur menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang berlangsung selama tiga hari, 22-24 November 2021, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Security, Citeureup, Bogor.

Kepala Sekolah SMAIT Insan Mandiri Cibubur Oni Kelana Ihsan mengatakan, kegiatan LDKS tahun ini mengambil tema ‘Honest, Brave, Reponsible & Loyal’, yang diikuti oleh 29 siswa dari kelas 10 dan 11.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam diri siswa sehingga mereka bisa berproses terus-menerus menyiapkan dirinya dalam menghadapi persoalan-persoalan,” kata Oni kepada MINA melalui sambungan telepon, Senin (22/11).

Oni mengatakan, saat ini banyak anak-anak yang disebut dengan kaum rebahan, mengingat sudah lebih dari satu setengah tahun mereka di rumah, sehingga hal itu membuat jiwa sosial dan emosional mereka secara psikologis tidak dapat berkembang dengan normal.

“Maka LDKS ini menjadi salah satu tujuan agar mereka bisa memiliki kemampuan kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah dari materi-materi yang disiapkan oleh panitia,” ujarnya.

Kegiatan LDKS ini, kata Oni, bekerjasama dengan lembaga Pusdiklat Security Phisik Dinamika (PSD), yang secara sistem di sana tempat pendidikan security yang sudah pasti mengajarkan kedisiplinan.

“Kami memilih di sana yang pertama memang secara sistem, di sana tempat pendidikan security yang sudah pasti belajar untuk disiplin. Kedua kami menghindari cuaca ekstrim sehingga anak-anak tetap berkemah di lapangan, dan jika ada hal-hal terlalu ekstrem dari cuaca kita bisa ke aula yang mereka juga bisa tinggal nanti di sana,” katanya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, kedisiplinan para peserta dan juga panitia OSIS kelas 11 dapat terbentuk, sehingga mereka terbiasa berproses, karena tidak ada satu pun kesuksesan tanpa kedisiplinan.

“Diharapkan output dari kegiatan ini mereka lebih menghargai waktu, mereka lebih menyayangi teman, mereka terbiasa dengan teamwork dan yang terpenting adalah mereka selalu berupaya untuk mengisi kegiatan-kegiatan dengan kegiatan yang positif dan produktif,” ujar Oni.

Sekolah Islam Terpadu Insan Mandiri Cibubur (IMC) Bekasi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Silaturahim Jatikarya (YPSJ) merupakan cikal bakal munculnya SMA IT dan SMP IT Insan Mandiri serta SD Silaturahim Islamic School.

IMC berdiri pada Juli 2012 dengan sistem boarding school atau sekolah berasrama yang berada di lingkungan kampung Kalimanggis, Jatikarya, Jayasampurna, Bekasi.

Saat ini, sekolah Insan Mandiri Cibubur Islamic Boarding School diperuntukan khusus bagi siswa Putra, dan kini sekolah IMC menjadi pionir dalam pengembangan Project Based Qur’an (PBQ). (L/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)