Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

STAI Al-Fatah Tekankan Peran Perguruan Tinggi Islam dalam Dakwah dan Literasi Publik

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Senin, 2 Februari 2026 - 21:30 WIB

Senin, 2 Februari 2026 - 21:30 WIB

18 Views ㅤ

STAI Al-Fatah Tekankan Peran Perguruan Tinggi Islam dalam Dakwah dan Literasi Publik (Doc : Sidiq)

Jakarta, MINA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah menggelar stadium general pada Senin (2/2) dengan menghadirkan sejumlah pemateri nasional dari kalangan akademisi dan praktisi media dengan tema: Politik Indonesia di Persimpangan.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi Islam dalam dakwah, pendidikan, serta penguatan literasi publik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Stadium general tersebut menghadirkan Pembina STAI Al-Fatah sekaligus mantan Direktur Pemberitaan LKBN Antara, Imaam Yakhsyallah Mansur, praktisi media Irfan Junaidi, serta dosen STAI Al-Fatah Asep Faturrahman. Ketiganya menyampaikan pandangan yang saling melengkapi mengenai peran intelektual Muslim dalam membangun peradaban melalui jalur pendidikan dan media.

Dalam pemaparannya, Imaam Yakhsyallah Mansur menekankan bahwa dakwah dan penyampaian nilai-nilai Islam harus dilakukan dengan pendekatan ilmiah, argumentatif, serta bertanggung jawab. Ia menegaskan, dunia jurnalistik memiliki peran penting sebagai bagian dari dakwah, sehingga harus menjunjung tinggi etika informasi, kejujuran, dan amanah keilmuan.

Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026

“Islam tidak diturunkan untuk mengejar kekuasaan politik. Dakwah dan risalah Islam berdiri di atas aqidah, ilmu, dan keteladanan. Ketika agama dijadikan alat ambisi politik, yang rusak bukan hanya tatanan sosial, tetapi juga kemurnian dakwah itu sendiri,” ujar Imaam Yakhsyallah Mansur.

Sementara itu, Irfan Junaidi menyoroti tantangan literasi di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan disinformasi. Menurutnya, sivitas akademika dituntut untuk adaptif, kritis, serta mampu menjadi penjernih informasi di tengah masyarakat.

“Kampus memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial, serta memiliki kepekaan terhadap persoalan umat dan bangsa,” katanya.

Dosen STAI Al-Fatah Asep Faturrahman menambahkan, penguatan tradisi keilmuan di perguruan tinggi Islam harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan komitmen kebangsaan. Ia menilai integrasi antara ilmu, akhlak, dan tanggung jawab sosial menjadi kunci agar lulusan perguruan tinggi Islam mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Baca Juga: [Bedah Berita MINA] Serangan Gabungan AS–Israel ke Iran, Apa Dampaknya?

STAI Al-Fatah merupakan perguruan tinggi Islam yang konsisten mengembangkan pendidikan berbasis aqidah, keilmuan, dan dakwah.

Melalui berbagai kegiatan akademik, termasuk stadium general, kampus ini berupaya memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu strategis keislaman, kebangsaan, serta peran media dalam membangun kesadaran dan literasi publik. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: BMKG: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang Hari Ini

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Timur Tengah
Timur Tengah