Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Subsidi Energi 2027 Diusulkan Rp272,95 Triliun

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:37 WIB

45 Views ㅤ

Tabung gas 3 kg untuk masyarakat miskin (foto: Fpik)

Jakarta, MINA – Pemerintah mengusulkan anggaran subsidi energi sebesar Rp272,95 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Anggaran tersebut diarahkan untuk menjaga keterjangkauan harga energi masyarakat, termasuk BBM, LPG 3 kilogram dan listrik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini mengatakan alokasi subsidi energi tahun depan meningkat sekitar 20,1 persen dibandingkan outlook 2026 yang mencapai Rp227,26 triliun.

Kenaikan anggaran tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah menjaga daya beli sekaligus memastikan akses masyarakat terhadap energi tetap terjangkau.

Berdasarkan rincian RAPBN 2027, subsidi BBM tertentu dan LPG 3 kilogram dialokasikan sebesar Rp142,84 triliun. Sementara subsidi listrik mendapat porsi Rp130,11 triliun. Pemerintah juga menekankan pentingnya penyaluran subsidi yang semakin tepat sasaran.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Kebijakan subsidi tersebut berada dalam kerangka perlindungan sosial pemerintah. Dalam RAPBN 2027, anggaran perlindungan sosial mencapai Rp549,9 triliun yang mencakup sejumlah program, antara lain Program Keluarga Harapan, program sembako, subsidi BBM tertentu, KIP Kuliah, subsidi Kredit Usaha Rakyat, serta penanganan bencana.

Di sektor energi, pemerintah juga mendorong penguatan kemandirian melalui pembangunan infrastruktur dan perluasan akses. Kementerian ESDM mendapat pagu indikatif sekitar Rp27,34 triliun pada 2027, dengan sebagian besar diarahkan untuk program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti listrik desa, jaringan gas kota dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Besarnya anggaran subsidi energi sekaligus menjadi tantangan pemerintah untuk memastikan manfaatnya benar-benar diterima kelompok yang berhak.

Pemerintah dan DPR sebelumnya telah menyepakati arah kebijakan agar subsidi dan kompensasi semakin tepat sasaran, sementara agenda kemandirian energi tetap berjalan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. []

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Rupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah
Indonesia
Indonesia
Indonesia