Sukamta Ingatkan Pemerintah Tak Sepelekan Virus Corona

Jakarta, MINA – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah untuk jangan menganggap enteng Corona yang dalam beberapa hari terakhir, jumlah korban yang berjatuhan terus bertambah seiring dengan semakin meluasnya negara yang mengonfirmasi kasus tersebut.

Berdasarkan grafik terbaru kasus virus Corona per Kamis (13/2), telah menginfeksi 60,373 orang dengan 6,032 berhasil sembuh, namun 1,369 meninggal dunia. Grafik perkembangan kasus dan jumlah kematian terus menanjak dengan tajam dan belum ada tanda–tanda adanya penurunan.

“Kita hanya mendengar upaya pendekteksian virus di pintu gerbang-pintu gerbang kedatangan Internasional di bandara, pelabuhan. Peralatan deteksi virus Corona di bandara dan pelabuhan hanya mendeteksi suhu dan ciri-ciri terduga pasien terjangkit virus Corona,” katanya kepada MINA, Kamis (13/2).

Ia mengungkapkan, alat yang akurat untuk mendeteksi virus Corona hanya di tiga tempat yaitu Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman dan Universitas Airlangga serta laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan RI.

“Jumlah yang sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah rakyat Indonesia dan wilayah Indonesia yang besar,” ujarnya.

Sukamta mengatakan, semenjak virus Corona mewabah, rakyat Indonesia tidak mendengar informasi  bagaimana jika virus Corona masuk ke Indonesia. Ia mempertanyakan apa langkah taktis strategis yang telah disiapkan pemerintah apabila virus sudah masuk ke Indonesia.

“Bahkan minimal informasi penyuluhan kepada masyarakat tentang pencegahan, penanganan dan langkah-langkah penanggulangan dan pengobatan lainnya,” katanya.

“Tak kalah penting lainya adalah ialah sosialisasi tentang virus Corona, bagaimana masyarakat menghadapinya, lalu tentang kesiapan negara dalam menyediakan sarana dan prasarana pendukung dalam penanganan virus Corona,” katanya menambahkan.

Menurut dia, apabila pemerintah mempersiapkan semua hal dalam menghadapi virus Corona ini, kemudian disampaikan kepada masyarakat bagaimana penanganannya maka ada ketenangan dari rakyat Indonesia.

“Jika tidak, apabila ada satu orang Indonesia positif terkena virus Corona maka berdasarkan teori psikologi massa akan mudah sekali terjadi ketakutan massal yang menjalar dengan cepat dan bisa berakibat pada instabilitas kondisi negera, ancaman keamanan dan berpotensi menyebabkan kekacauan sosial dan ekonomi,” paparnya.

Dia kembali menegaskan bahwa pemerintah harus membuat antisipasi penyebaran virus dan kepanikan masyarakat yang mungkin akan terjadi. Pemerintah seharusnya menyampaikan segala kemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana rencana penanganan oleh pemerintah.

“Sebelum kejadian-kejadian buruk tersebut terjadi maka pemerintah harus serius dalam mencegah dan mempersiapkan segala kemungkinan serta terbuka dalam menyampaikan informasi terbaru tentang virus Corona tanpa menunjukan sikap menutup-nutupi kasus,” katanya. (L/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)