Syafiq Basalamah, Pendiri MER-C, Wafat Saat Shalat Subuh di Singapura

Salah satu pendiri lembaga medis kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), DR. Dr. Syafiq Basalamah, SpOT, MHA, wafat di rumah sakit Singapura pada Sabtu subuh, 28 September 2019. (Foto: Facebook)

Singapura, MINA – Salah seorang pendiri lembaga medis kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), DR. Dr. Syafiq Basalamah, SpOT, MHA, wafat di rumah sakit di Singapura pada Sabtu subuh, 28 September 2019, dalam usia 55 tahun.

“Mengkhabarkan kepada segenap Manajemen RSU Siaga Medika Grup atas wafatnya DR. Dr. Syafiq Basalamah, SpOT., MHA di Singapura tadi pagi,” demikian bunyi kabar duka yang disebar melalui pesan WhatsApp, Sabtu, merujuk pada rumah sakit yang didirikannya di beberapa kota.

Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C mengabarkan informasi dari pihak keluarga bahwa almarhum sedang melaksanakan shalat subuh saat meninggal.

“Salah satu relawan MER-C menerima informasi, istri beliau bilang, sedang sholat subuh. Terus dibawa ke ICU katanya juga sudah gak ada. Jam persisnya gak tau,” demikian bunyi pesan yang diterima MER-C.

Anggota keluarga mengatakan, jenazah Syafiq akan diterbangkan dari Singapura Ahad siang, kemudian dari Jakarta akan dibawa pulang ke Purwokerto, Jawa Tengah.

Pada tahun 1999, bersama pendiri MER-C lainnya seperti Dr. Joserizal Jurnalis, Dr. Henry Hidayatullah, Dr. Yogi Prabowo dan relawan lainnya, Syafiq terjun ke Ambon sebagai relawan medis saat kerusuhan berbau SARA.

Segenap keluarga besar MER-C Indonesia menyatakan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum. Seluruh relawan mendoakan agar almarhum sesama rekan seperjuangan diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. (L/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)