Madrid, MINA – Pemerintah Spanyol resmi mengirimkan kapal perang frigat Cristóbal Colón untuk memperkuat pertahanan laut di kawasan Mediterania, terutama di sekitar Pulau Siprus, di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Langkah ini muncul setelah Spanyol terlibat perselisihan diplomatik dengan Washington menyusul penolakannya memberikan akses pangkalan militer untuk serangan terhadap Iran. Al-Jazeera melaporkan, Kamis (5/3).
Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Spanyol, frigat Cristóbal Colón yang merupakan salah satu kapal perang tercanggih Angkatan Laut Kerajaan Spanyol akan bergabung dengan gugus tugas Angkatan Laut Prancis yang dipimpin kapal induk Charles de Gaulle.
Kapal itu ditugaskan untuk memberikan perlindungan udara dan laut serta siap membantu evakuasi warga sipil jika konflik meluas.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Kebijakan Madrid ini muncul di tengah tekanan besar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya mengancam akan memutus semua hubungan dagang dengan Spanyol karena menolak permintaan Washington untuk menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk operasi ofensif terhadap Iran.
Namun pemerintah Spanyol, dipimpin Perdana Menteri Pedro Sánchez menegaskan sikapnya tetap konsisten. Sánchez menolak menggunakan fasilitas militer negara itu untuk serangan terhadap Iran dan menyerukan gencatan senjata serta upaya diplomasi, meskipun kebijakan tersebut memicu ketegangan dengan sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat.
Kendati demikian, Spanyol tetap mengambil tindakan militer terbatas sebagai bagian dari upaya kolektif Uni Eropa untuk menjaga keamanan regional. Selain frigat Cristóbal Colón, Spanyol juga mengerahkan kapal logistik Cantabria untuk mendukung pergerakan angkatan laut Eropa di Mediterania.
Kapal‑kapal ini ikut dalam operasi bersama negara anggota EU lainnya seperti Prancis, Italia, dan Yunani guna melindungi Siprus dari ancaman serangan drone atau rudal dari kelompok pro‑Iran.
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
Beberapa analis menyebut langkah Spanyol tersebut sebagai kompromi strategis: menolak terlibat langsung dalam operasi ofensif yang dipimpin AS dan Israel terhadap Iran, tetapi tetap berkontribusi terhadap upaya menstabilkan kawasan dan melindungi warga sipil dari potensi dampak konflik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya
















Mina Indonesia
Mina Arabic