Jakarta, MINA – Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sedikitnya 158 tokoh Islam, ulama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).
Pertemuan yang dirangkai dengan agenda silaturahmi dan buka puasa bersama itu membahas langkah-langkah mitigasi pemerintah menghadapi dampak krisis geopolitik di Timur Tengah.
Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, Presiden memberikan pemaparan terkait dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang tengah memanas, terutama konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Penjelasan tersebut disampaikan agar para tokoh agama memahami situasi internasional dan potensi dampaknya bagi Indonesia.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid mengatakan, salah satu fokus pembahasan adalah dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan nasional.
Para ulama dan pimpinan ormas Islam juga diajak untuk memperkuat komunikasi serta menjaga stabilitas sosial di dalam negeri.
Selain isu geopolitik global, pertemuan tersebut juga menyinggung sejumlah persoalan domestik, termasuk kesiapan masyarakat menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Pemerintah berharap tokoh-tokoh Islam dapat membantu menyampaikan pesan persatuan serta menjaga ketenangan masyarakat di tengah situasi global yang tidak menentu.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Sementara itu, sejumlah pimpinan organisasi Islam yang hadir menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam merespons krisis internasional. Mereka menilai komunikasi antara pemerintah dan tokoh agama penting agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai perkembangan situasi global.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu kekhawatiran global, termasuk dampaknya terhadap ekonomi dan keamanan kawasan.
Pemerintah Indonesia sebelumnya juga menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari diplomasi internasional hingga kesiapan evakuasi warga negara Indonesia di wilayah terdampak konflik.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic