Ta’lim Sya’ban Jelang Ramadhan

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency)

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) akan menyelenggarakan Ta’lim Sya’ban atau Ta’lim Pusat pada 23-24 Sya’ban 1438 H. / 20-21 Mei 2017 M. Di Kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Sejumlah ulama pun dihadirkan sebagai pemberi materi ta’lim, mulai dari asatidz internal dan dalam negeri, hingga ulama dari Jalur Gaza dan Imaam Masjid Al-Aqsha Palestina.

Teringat bagaimana perjalanan Sirah Nabawiyyah Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam, saat beliau memberikan Ta’lim pada akhir bulan Sya’ban. Beliau memberikan tausiyah di hadapan para Shahabat untuk menerangkan keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadan.

Di antaranya, beliau mengemukakan tentang akan hadirnya bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah, yang di dalamnya terdapat Lailatul Qodar.

Sabda beliau :

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ…..

Artinya: ”Wahai manusia, sungguh telah dekat kepadamu bulan yang agung, bulan yang penuh dengan keberkahan, yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik (nilainya) dari seribu bulan…..”.  (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).

Lanjutan hadits mennyebutkan :

وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ

Artinya: “Inilah bulan kesabaran dan balasan atas kesabaran adalah surga, bulan ini merupakan bulan kedermawanan dan simpati (satu rasa) terhadap sesama. Dan bulan dimana rizki orang-orang yang beriman ditambah”. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).

Kita pun tentu akan antusias menyambut Ta’lim Sya’ban. Karena memang demikianlah orang beriman itu cinta dengan ilmu. Sementara ilmu diperoleh dengan berguru, membaca kitab dan buku, menghadiri majelis-majelis ta’lim, berdiskusi dan melalui perantaraan media.

Dengan kekuatan iman dan ilmu itulah, derajat seseorang akan Allah angkat ke tempat yang mulia.

Sebagaimana Allah menyebutkan di dalam ayat:

…..يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬‌ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٌ۬

Artinya: “…..Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Mujadalah [58] : 11).

Berkumpul pada suatu majelis ta’lim tempat menuntut ilmu, atau juga dikatakan majelis dzikir tempat mengingat, itu akan menambah keimanan, rahmat dan ketenangan hidup.

Seperti disebutkan di dalam hadits :

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: “Tidaklah sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapan-Nya”. (HR Muslim).

Semoga kita dapat menghadiri majelis-majelis ilmu dan dzikir di berbagai kesempatan, waktu dan tempat. Wabil khusua Majelis Ta’lim Sya’ban sebagai tanda bahwa kita bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Aamiin. (RS2/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)