DALAM ajaran Islam, terdapat tiga masjid yang memiliki keutamaan khusus dan dianjurkan untuk dikunjungi dengan niat ibadah. Anjuran ini bersandar pada hadits sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
سنن أبي داوود ١٧٣٨: حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
Sunan Abu Daud 1738: Telah menceritakan kepada kami [Musaddad], telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Sa’id bin Al Musayyab] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak boleh melakukan perjalanan dengan tujuan beribadah padanya kecuali ke tiga masjid, yaitu: Masjid Al Haram, Masjidku ini dan Masjid Al Aqsha.” (HR. Sunan Abu Dawud no. 1738)
Hadits ini menjadi dasar utama keutamaan tiga masjid yang dianjurkan untuk dikunjungi dalam Islam.
Masjid al-Haram di Makkah adalah masjid paling suci dalam Islam. Di dalamnya terdapat Ka’bah yang menjadi kiblat seluruh umat Islam ketika shalat. Ibadah di masjid ini memiliki pahala yang sangat besar dibandingkan masjid lainnya. Kaum Muslimin dari seluruh dunia datang ke sana untuk melaksanakan haji, umrah, dan berbagai ibadah lainnya.
Baca Juga: Menjaga Hati dari Dengki di Bulan Ramadhan
Keutamaannya bukan hanya karena sejarahnya yang panjang sejak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, tetapi juga karena kedudukannya sebagai pusat tauhid.
- Masjid Nabawi (Masjid Nabi di Madinah)
Yang dimaksud dengan “masjidku ini” dalam hadits adalah Masjid Nabawi di Madinah, masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah ﷺ setelah hijrah. Di dalamnya terdapat Raudhah, tempat yang disebut sebagai salah satu taman surge, serta makam Rasulullah ﷺ.
Mengunjungi Masjid Nabawi untuk beribadah dan bershalawat kepada Nabi merupakan amalan yang sangat dianjurkan, khususnya ketika seseorang berziarah ke Madinah.
Masjid al-Aqsa di Palestina memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Ia merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah di Makkah. Selain itu, Masjid al-Aqsa juga menjadi tempat terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj.
Baca Juga: Syukur yang Menyelamatkan, Pergaulan yang Menentukan
Masjid ini menjadi simbol keberkahan dan perjuangan umat Islam. Mengunjunginya bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga wujud kepedulian terhadap salah satu situs suci umat Islam.
Makna “Tidak Boleh Melakukan Perjalanan Kecuali…”, dijelaskan oleh para ulama menjelaskan bahwa maksud hadits ini bukan melarang bepergian ke tempat lain secara umum, tetapi menegaskan bahwa tidak ada tempat ibadah lain yang memiliki keutamaan khusus untuk dijadikan tujuan perjalanan ibadah selain tiga masjid tersebut.
Artinya, jika seseorang ingin melakukan safar (perjalanan) dengan niat khusus untuk meraih keutamaan ibadah di suatu masjid, maka yang memiliki keistimewaan syar’i hanyalah tiga masjid tersebut.
Hadits riwayat Sunan Abu Dawud ini menunjukkan betapa Islam memberikan kedudukan istimewa kepada tiga masjid: Masjid al-Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid al-Aqsa. Ketiganya bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol tauhid, sejarah perjuangan para nabi, dan pusat spiritual umat Islam.
Baca Juga: Memaknai Nuzulul Qur’an sebagai Pedoman Kehidupan
Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk mengunjungi dan beribadah di tiga masjid mulia tersebut. Aamiin.
Namun, realitas yang terjadi di lapangan menunjukkan tantangan besar bagi umat Islam, terutama di Palestina, untuk benar-benar merasakan keutamaan beribadah di Masjid Al-Aqsa selama Ramadan tahun ini.
Menjelang dan selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, pemerintah Israel memberlakukan pembatasan akses menuju Masjid Al-Aqsa bagi warga Palestina dari wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Dalam keputusan terbaru, hanya 10.000 jemaah Palestina diizinkan menghadiri salat Jumat di Al-Aqsa sepanjang Ramadan, dan setiap orang harus mendapatkan izin harian terlebih dahulu. Selain itu, hanya pria berusia 55 tahun ke atas, wanita 50 tahun ke atas, dan anak-anak hingga 12 tahun yang mendapat akses masuk ke kompleks masjid.
Baca Juga: Rahasia Amal Diterima: Hati yang Merasa Amalnya Belum Seberapa
Langkah ini diberlakukan oleh badan militer penjajah Israel yang menangani urusan sipil di wilayah pendudukan, yang menyebut pembatasan itu bagian dari “penilaian situasi keamanan”.
Tak hanya pembatasan jumlah dan syarat usia, ketegangan terus meningkat menjelang Ramadan. Baru-baru ini, imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammed al-Abbasi, ditangkap dan dilarang memasuki kompleks masjid oleh otoritas Israel, suatu tindakan yang dikritik oleh pihak Palestina sebagai pelanggaran terhadap hak beribadah.
Pembatasan dan konflik yang berulang ini bukan fenomena baru. Pada Ramadan sebelumnya, pihak Israel juga sebelumnya menghalangi banyak jamaah Palestina memasuki Al-Aqsa, meskipun sudah memegang izin, melalui pemeriksaan ketat di pos pemeriksaan dan penolakan sepihak.
Kondisi ini menjadi cerminan nyata bahwa ibadah bukan hanya soal fisik menjejakkan kaki di suatu tempat, tetapi juga soal bagaimana umat tetap menjaga hubungan spiritual dengan tempat-tempat suci meski dihadapkan berbagai rintangan. Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk berusaha menuju masjid-masjid mulia, namun realitas saat ini menunjukkan bahwa banyak saudara Muslim di Palestina menghadapi larangan dan pembatasan demi sekadar bisa beribadah di tempat yang Rasulullah ﷺ sendiri tekankan keutamaannya.
Baca Juga: Tatacara Shalat Gerhana
Di tengah realitas pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa yang terus berlangsung selama Ramadan ini, umat Islam di seluruh dunia perlu menyatukan doa untuk kedamaian dan kebebasan beribadah bagi semua. Keutamaan tiga masjid—Masjid al-Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa, harus menjadi inspirasi agar persatuan, kepedulian, dan dukungan terhadap sesama Muslim semakin kuat.
Semoga Allah memberi kemudahan, keberkahan, dan kelapangan dalam beribadah kepada saudara-saudara kita, serta suatu hari kita semua bisa mengunjungi dan beribadah di tiga masjid mulia tersebut. Aamiin. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Gerhana Bulan, Sebuah Tanda Kebesaran Allah
















Mina Indonesia
Mina Arabic