Tradisi Ramadhan Turki tak Lekang oleh Pandemi

Istanbul, MINA – Turki sedang melalui masa-masa khas dengan jutaan orang berdiam di rumah dan jam malam diberlakukan di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang lainnya, pandemi juga memengaruhi bulan suci Ramadhan, memaksa orang untuk membatalkan iftar dan shalat tarawih.

Namun, ada beberapa kebiasaan dan masyarakt yang tidak terpengaruh oleh pandemi ini. Tentu, mereka harus mengubah cara mereka, tetapi para penabuh genderang dan tradisi mahya, pesan-pesan dengan penerangan yang tergantung di antara menara, tetap berjalan di Turki.

Membangunkan orang untuk sahur telah lama menjadi pekerjaan para penabuh genderang. Melafalkan puisi pendek sambil memukul drum dengan monoton, para pemain turun ke jalan-jalan pada Jumat (24/4), mengingatkan para warga bahwa bulan suci telah dimulai.

Jalan-jalan lebih sepi tahun ini karena penerapan jam malam untuk melawan wabah. Penabuh gendering sekarang mengenakan masker dengan pakaian tradisional mereka dan diperintahkan untuk tetap menaati aturan social distancing.

Mereka juga dilarang oleh Kementerian Dalam Negeri mengumpulkan tips dari penduduk setempat seperti yang mereka lakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Mehmet Selçik, seorang drummer yang bekerja di distrik Zeytinburnu, Istanbul, mengatakan itu adalah pekerjaan sekali dalam setahun bagi mereka dan pandemi itu memaksa mereka untuk membatalkan praktik datang dari pintu ke pintu warga untuk mendapatkan tip.

“Tetapi orang-orang yang ingin memberi tip sekarang melakukannya dengan menempatkannya di keranjang yang mereka turunkan dari balkon mereka,” ujarnya kepada Anadolu Agency (AA).

Mahya juga telah kembali untuk Ramadan. Tradisi berabad-abad menampilkan pesan agama, mahya terdiri dari bola lampu yang membentang di antara menara, melafalkan ayat-ayat Quran, hadits atau perkataan Nabi Muhammad.

Sejalan dengan tema tak terduga tahun ini, mahya menguraikan pesan tentang pandemi. “Bertanggung jawab, jaga kesehatan” ” dan “Tetap di rumah, tetap sehat” adalah di antara pesan-pesan yang menggantung di antara menara Eyüpsultan Istanbul, Sultanahmet (Masjid Biru) dan masjid Yeni serta masjid-masjid Ulu dan Edirne di Selimiye. (T/R10/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)