Roma, 3 Rabi’ul Awwal 1437/14 Desember 2015 (MINA) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan di Roma pada Ahad (13/12), Pemerintah Turki mendukung solusi politik inklusif di Libya.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah konferensi internasional di ibukota Italia yang dihadiri oleh para menteri dari 17 negara serta perwakilan dari PBB, Uni Eropa, Liga Arab dan Uni Afrika.
“Situasi saat ini di Libya jangan berkelanjutan. Turki mendukung solusi politik inklusif yang akan membawa stabilitas di Libya dan kawasan,” kata Cavusoglu. Anadolu Agency memberitakannya yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
Menurutnya, integritas wilayah Libya harus dilindungi dan tidak ada cara lain selain solusi politik untuk meringankan situasi saat ini di negara itu.
Baca Juga: Dua Tentara Cadangan Israel Ditangkap Atas Dugaan ‘Mata-Mata Iran’
Cavusoglu menyarankan, gencatan senjata di negara itu harus dinyatakan sesegera mungkin.
Sementara itu, perjanjian damai telah dijadwalkan pada 16 Desember antara faksi-faksi politik Libya yang bertikai.
Di forum yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry juga mengatakan, kesepakatan untuk menciptakan pemerintahan persatuan nasional akan siap pada Rabu, 16 Desember.
Libya tetap dalam keadaan kacau sejak pemberontakan berdarah mengakhiri pemerintahan Muammar Gaddafi pada akhir 2011.
Baca Juga: Prancis Minta Israel Tarik Pasukannya dari Lebanon Selatan
Sejak itu, perpecahan politik merusak negara tersebut dengan menghasilkan dua kursi pemerintahan saingan, masing-masing dengan lembaga dan kapasitas militer sendiri.
Kedua pemerintah masing-masing berbasis di ibukota Tripoli dan di kota timur Tobruk.
Selain itu, kelompok bersenjata yang berafiliasi kepada Islamic State (ISIS) mengambil keuntungan dari kekacauan tersebut dan memperkuat keberadaannya di provinsi Sirte dan Dernah. (T/P001/R02)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Warga Los Angeles Khawatirkan Dampak Debu Kebakaran bagi Kesehatan