Aceh Tamiang, MINA – Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) yang bekerja sama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF) telah mengakhiri misi kemanusiaannya di Aceh selama Ramadhan 1447 H, Senin (23/3) dengan meninggalkan warrga yang berharap ada program lanjutan.
Selama sekitar sebulan lamanya, UAR-YEIF memberikan santunan buka puasa dan sahur bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.
Sebanyak 16 relawan UAR yang telah beramal saleh dengan penuh semangat selama Ramadhan telah kembali ke base camp masing-masing di berbagai daerah di Indonesia.
Relawan UAR dari Markas Pusat, Fikri Rafiul Haq, menjelaskan, dengan berakhirnya pelaksanaan Program Ramadhan tersebut, sebanyak 11 relawan kembali ke Bogor melalui Pelabuhan Belawan Medan dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Kamis (26/3) dini hari.
“Dua relawan pulang melalui jalan darat ke Jambi dan tiga personel kembali ke Kekening, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, menggunakan mobil dan sepeda motor,” ujar Fikri.
Sejak awal Ramadhan, para relawan UAR membuka Dapur Umum di Maunasah Asy Syura, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Setiap hari mereka menyiapkan sekitar 400 porsi makanan untuk buka puasa dan sahur bagi warga terdampak bencana.
Tim UAR juga membuka Dapur Umum kedua di Posko Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang setiap hari menyediakan sekitar 500 porsi makanan bagi masyarakat terdampak di berbagai titik, termasuk masjid-masjid sekitar.
Menutup rangkaian kegiatan program Ramadhan 1447 Hijriah, UAR menggelar Shalat Idul Fitri dan Open House Lebaran yang disambut antusias masyarakat di Aceh Tamiang dan Kekening, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Harapan Masyarakat
Program Buka Puasa Bersama Masyarakat Aceh ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ahmad Jalimin, warga terdampak dari Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, mengaku sangat terbantu dan mengharapkan program sejenis dapat berlanjut di masa depan.
“Dalam kondisi kami yang masih kacau, banyak yang tinggal di pengungsian atau menumpang, program buka puasa dan sahur ini sangat membantu. Ke depan program seperti ini bisa dilanjutkan di tempat-tempat lain, karena masih banyak warga terdampak yang memerlukan bantuan. Terima kasih kepada UAR dan YEIF,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Reje/Kepala Kampung Mendale, Saifullah, menyampaikan apresiasi mendalam.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang masih dalam kondisi trauma dan kesulitan ekonomi. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” tuturnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic