Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua UAR: Seribu Relawan, Seribu Sumber Kebaikan untuk Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - 18 jam yang lalu

18 jam yang lalu

42 Views ㅤ

Apel 1.000 Relawan Kemanusiaan dalam Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 1 November 2026. (Dok AWG)

Jakarta, MINA — Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Endang Sudrajat, selaku Komandan Relawan Kemanusiaan mengatakan bahwa seribu relawan akan berdampak pada seribu kebaikan untuk Palestina.

Endang menyatakan dalam sambutan di hadapan peserta Apel 1.000 Relawan Kemanusiaan dalam Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (1/11).

Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh relawan menyatukan hati dan tekad untuk kemanusiaan.

“Kita hadir untuk menyatukan hati dan tekad, serta menyatakan kepada dunia bahwa penderitaan manusia tidak boleh dianggap biasa, ketidakadilan tidak boleh dibiarkan, dan kemanusiaan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan apa pun,” tegasnya.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Dia membawa peserta apel menyelami realitas yang dialami rakyat Palestina melalui serangkaian pertanyaan yang menusuk nurani.

“Bayangkan seorang anak yang terbangun bukan oleh suara orang tuanya, melainkan oleh dentuman ledakan bom. Bayangkan seorang ibu yang memeluk anak-anaknya untuk melindungi mereka dari bahaya serangan kaum zionis. Bayangkan seorang ayah yang mencari keluarganya di antara reruntuhan bangunan. Bayangkan pula tenaga medis dan relawan penyelamat yang berjuang menolong para korban dengan keterbatasan obat-obatan, peralatan, dan fasilitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa di balik setiap angka korban, ada manusia. Di balik setiap rumah yang hancur, ada keluarga, kenangan, dan masa depan. Di balik setiap anak yang kehilangan kesempatan bersekolah, ada cita-cita yang terancam.

“Perang tidak hanya menghancurkan bangunan. Perang juga menghancurkan rasa aman, memisahkan keluarga, merusak kehidupan, dan meninggalkan trauma berkepanjangan,” tambahnya.

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Dari refleksi itu, Endang Sudrajat menegaskan prinsip yang harus dipegang Bersama, yaitu bahwa setiap warga sipil berhak mendapatkan perlindungan, setiap anak berhak memiliki masa depan, dan setiap orang yang membutuhkan pertolongan berhak mendapatkannya tanpa diskriminasi.

Dukungan Indonesia

Ketua UAR, Endang Sudrajat juga menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar reaksi terhadap pemberitaan hari ini. Dukungan itu berakar pada sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Ia mengutip Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

“Inilah prinsip yang harus kita pegang. Kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa. Keadilan bukan hak istimewa bangsa yang kuat. Martabat manusia harus dihormati tanpa memandang kebangsaan, agama, atau latar belakangnya,” tegasnya.

Endang juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan berarti melupakan kesulitan saudara-saudara di tanah air. Ia mengingatkan bahwa kewajiban membantu masyarakat yang terdampak bencana tetap harus dijalankan, sembari tetap peduli terhadap penderitaan bangsa-bangsa yang masih mengalami penindasan, termasuk rakyat Palestina.

Di akhir sambutannya, Endang mengajak seluruh peserta mewujudkan kepedulian melalui tindakan nyata: edukasi kemanusiaan, penggalangan donasi yang sah dan transparan, penyaluran bantuan melalui lembaga yang dapat dipercaya, serta penyebaran informasi yang benar dan bertanggung jawab.

“Mari kita buktikan bahwa seribu relawan dapat menjadi seribu sumber kebaikan, seribu penggerak kepedulian, dan seribu jembatan pertolongan bagi sesama. Jadikan apel ini sebagai awal pengabdian yang lebih terorganisir, profesional, amanah, dan berdampak,” pungkasnya.

Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina

Sambutan ditutup dengan seruan semangat yang menggema di seluruh area Monas:

“Relawan bersatu! Kemanusiaan bergerak! Palestina tidak sendiri! Hidup kemanusiaan! Hidup solidaritas! Hidup perdamaian!”

Seruan itu disambut gemuruh takbir ribuan relawan yang hadir dari berbagai daerah.

Apel 1.000 Relawan Kemanusiaan melibatkan lima elemen relawan: Tim Rescue, Tim Medis, Tim Jurnalis, Tim Konstruksi, dan Tim Aktivis Sosial, sebagai bagian dari rangkaian pembukaan BSP 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) sepanjang November ini. []

Baca Juga: Orasi Herman Budianto, Alumni Global Sumud Flotilla: Untuk Apa di Sini? Untuk Mendukung Palestina!

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda