Pekanbaru, MINA – Pendakwah asal Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS), menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia melalui doa yang ia unggah di media sosial.
Unggahan di akun Instagram resminya, @ustadzabdulsomad_official, itu dipublikasikan baru-baru ini bersama foto kebakaran di Kalimantan.
Dalam doanya, UAS menyebut lima kelompok yang ia nilai bertanggung jawab. Mereka adalah orang yang membakar hutan, yang memberi izin pembakaran, yang diam padahal punya kuasa menghentikan kebakaran, yang mengorupsi dana bantuan penanganan kebakaran, dan yang mengambil keuntungan dari bencana tersebut. UAS memohon kepada Allah agar mereka mendapat balasan atas perbuatannya, di dunia dan akhirat.
Unggahan itu mendapat respons luas. Hingga Sabtu (17/10), unggahan tersebut tercatat memperoleh sekitar 476 ribu tanda suka dan 75 ribu komentar, sebagian warganet turut mengaminkan doa itu. UAS sebelumnya juga mendoakan agar hujan segera turun dan bencana asap segera teratasi.
Baca Juga: Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Menko Polkam sebut Indonesia Masih Sanggup
Doa itu muncul di tengah kebakaran yang masih meluas. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 570,09 hektare lahan terbakar dalam 24 jam, dengan kontribusi terbesar dari Sumatera Selatan (49 persen), disusul Jambi, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah (masing-masing 22, 11, dan 11 persen) serta Kalimantan Barat (7 persen).
Kementerian Kesehatan mencatat 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi sejak 18 Agustus hingga 13 Oktober 2026.
Penegakan hukum sedang berjalan. Bareskrim Polri menangani 98 laporan karhutla yang melibatkan korporasi di 10 polda, dengan sembilan tersangka ditetapkan, sementara 223 perorangan berstatus tersangka.
Pemerintah juga menyatakan tidak akan segan menindak korporasi yang terlibat, dan menyetujui bantuan negara tetangga untuk pemadaman. []
Baca Juga: Kiai Cholil Nafis Serukan Boikot Ceramah Alwi Assegaf, Ini Pemicunya
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic