Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UNIFIL: Israel Langgar Kedaulatan Lebanon

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 4 Maret 2026 - 16:53 WIB

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:53 WIB

6 Views

Pasukan UNIFIL (foto : x)

Beirut, MINA – Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) secara resmi menyatakan bahwa tindakan militer Israel yang memasuki wilayah lebanon/">kedaulatan Lebanon merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Laporan ini muncul setelah adanya pergerakan pasukan darat Israel yang melintasi “Garis Biru” (Blue Line), yang selama ini menjadi batas demarkasi antara kedua negara. Al-Mayadeen melaporkan, Rabu (4/3).

Juru bicara UNIFIL Andrea Tenenti menegaskan bahwa setiap penyeberangan ke wilayah Lebanon merupakan bentuk pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Resolusi tersebut sejatinya dirancang untuk mengakhiri konflik tahun 2006 dan menetapkan bahwa wilayah antara Garis Biru dan Sungai Litani harus bebas dari personel bersenjata, aset, dan senjata selain dari Pemerintah Lebanon dan UNIFIL sendiri.

Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS

Tindakan provokatif militer Israel ini terjadi di tengah serangan udara yang terus meningkat di wilayah selatan Lebanon, yang telah menyebabkan ribuan warga sipil terpaksa mengungsi.

UNIFIL mengingatkan bahwa eskalasi militer semacam ini hanya akan memicu ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Pihak PBB juga mendesak semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan guna menghindari perang terbuka yang lebih destruktif.

Kehadiran pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan terdiri atas ribuan personel dari berbagai negara, termasuk kontingen terbesar dari Indonesia (Satgas Garuda).

Tugas mereka tidak hanya memantau gencatan senjata, tetapi juga memastikan bantuan kemanusiaan dapat mencapai warga sipil yang terjebak di zona konflik. Pelanggaran terhadap batas wilayah ini secara langsung mengancam keselamatan para personel penjaga perdamaian yang berada di lapangan.

Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak

Kecaman internasional pun mengalir deras terhadap tindakan Israel yang dianggap mengabaikan otoritas PBB. Para pengamat politik menilai bahwa keberanian Israel melanggar Resolusi 1701 menunjukkan lemahnya penegakan hukum internasional saat ini.

Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu kelompok-kelompok perlawanan di Lebanon untuk meningkatkan intensitas serangan balasan sebagai upaya membela kedaulatan tanah air mereka dari agresi asing.

Secara historis, ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel telah berlangsung selama puluhan tahun, terutama sejak pendudukan Israel di wilayah Palestina. Resolusi 1701 yang disahkan pada Agustus 2006 dimaksudkan untuk menciptakan stabilitas jangka panjang, namun pelanggaran wilayah udara dan darat oleh Israel dilaporkan terus terjadi secara periodik. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Timur Tengah