Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UNIFIL: Serangan Israel di Lebanon Capai Titik Terburuk Sejak Gencatan Senjata

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 29 Mei 2026 - 18:25 WIB

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:25 WIB

28 Views ㅤ

Pasukan UNIFIL di Lebanon (foto: X)

Beirut, MINA – Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon selatan, United Nations Interim Force in Lebanon, mencatat lonjakan serangan terbesar di Lebanon sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan.

Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi pecahnya perang yang lebih luas di kawasan perbatasan Lebanon-Israel. Al-Mayadeen melaporkan, Jumat (29/5)

Dalam laporan terbarunya, UNIFIL menyebut intensitas serangan udara dan artileri Israel meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, terutama di wilayah Lebanon selatan hingga pinggiran Beirut.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan permukiman warga, infrastruktur sipil, serta memaksa ribuan penduduk meninggalkan rumah mereka demi mencari tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Pihak Lebanon menuduh Israel sengaja memperbesar eskalasi di tengah berbagai upaya diplomatik internasional untuk menjaga stabilitas kawasan.

Pemerintah Lebanon juga meminta komunitas internasional memberikan tekanan kepada Tel Aviv agar menghentikan serangan yang terus memicu korban sipil dan memperburuk situasi kemanusiaan.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan operasi mereka ditujukan untuk menghadapi ancaman dari kelompok Hizbullah di wilayah perbatasan.

Namun berbagai organisasi kemanusiaan melaporkan bahwa warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, turut menjadi korban akibat meningkatnya pemboman dan baku tembak lintas perbatasan.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya telah memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah dapat menyeret Timur Tengah ke dalam perang regional yang lebih besar.
Ketegangan juga meningkat seiring konflik di Gaza yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara berbagai negara terus mendorong tercapainya gencatan senjata permanen.

Sejak bentrokan kembali meningkat awal tahun ini, situasi keamanan di Lebanon selatan terus memburuk dan mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan.

Laporan terbaru UNIFIL menunjukkan bahwa kondisi di Lebanon kini berada pada salah satu fase paling berbahaya sejak tercapainya kesepakatan penghentian sementara pertempuran beberapa waktu lalu. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Rekomendasi untuk Anda