Moscow, MINA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negara-negara Timur Tengah mampu menyelesaikan persoalan kawasan tanpa campur tangan Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu disampaikan saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Selasa (27/10).
Pertemuan berlangsung di sela-sela KTT Forum Negara Pengekspor Gas (GECF). Pezeshkian menyampaikan terima kasih atas dukungan politik dan ekonomi Rusia, serta menyebut tindakan sepihak AS justru mempererat kerja sama Iran, Rusia, dan negara lain.
Ia juga menyatakan kedua pihak siap memperluas kerja sama di bidang sains, industri, budaya, keamanan, dan militer. Tasnim melaporkan.
Putin mengatakan telah membahas situasi kawasan secara empat mata dengan Pezeshkian dan menyebut kondisi itu mengkhawatirkan. Pada awal Oktober, ia juga menyatakan Rusia siap membantu upaya mediasi antara Iran dan AS.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian menyebut hubungan Teheran dan Moskow belum pernah sedekat saat ini.
Pertemuan itu berlangsung di tengah laporan bahwa AS dan Israel menyiapkan kemungkinan serangan baru ke Iran setelah pemilu sela AS pada 3 November. Konflik antara kedua kubu telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Presiden AS Donald Trump, Rabu (28/10), mengatakan perundingan lewat perantara masih berjalan, tetapi ia belum tahu hasilnya.
Sehari sebelumnya, Senin (27/10), Iran, Pakistan, dan Arab Saudi menggelar perundingan. Menurut pihak Teheran, pertemuan itu menyimpulkan keamanan kawasan harus dijaga oleh negara-negara Timur Tengah sendiri dan menolak campur tangan asing. []
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic