Sumenep, Jawa Timur – Universitas Wiraraja (Unija) dan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam peningkatan kerja sama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Penandatanganan nota kesepakatan ini berlangsung di Graha Sumekar Unija, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (30/5).
Rektor Universitas Wiraraja Dr. Sjaifurrachman mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pendidikan.
“Dalam usaha meningkatkan kinerja dan kualitas pendidikan, memang perlu bekerja sama dengan Kemenlu RI,” katanya saat memberi sambutan.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual FH UI Tuai Sorotan, Mendiktisaintek Tegaskan Tidak Ada Toleransi
Sjaifurrachman berharap, penandatanganan MoU ini bisa ditindaklanjuti pada program-program kongkret antara Unija dan Kemenlu RI.
“Sehingga kedua belah pihak nanti dapat bersinergi dan saling memberikan manfaat antara satu sama lain. Tentu, juga memberikan manfaat bagi masyarakat Madura di bidang pendidikan dan lainnya,” harapnya.
Kepala BSKLN Kemlu RI, Dr. Yayan G.H. Mulyana setuju dengan harapan Rektor Unija. Ke depan pihaknya akan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kedua belah pihak.
“Nota kesepahaman ini sangat penting bagi kami, terutama untuk mengangkat potensi-potensi lokal,” katanya.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang
Melalui MoU yang telah diteken bersama ini, kata Yayan, Kemenlu RI akan berupaya mengangkat Sumenep dan Universitas Wiraraja ke wilayah internasional dalam pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Kerjasama ini juga menjadi bagian dari upaya Kemlu untuk menjaring masukan tentang potensi daerah untuk dikembangkan serta menjadi bahan promosi dan elemen penting dalam penyusunan strategi dan kebijakan Luar Negeri.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat para panitia penyelenggara dan Universitas Wiraraja.
“Tidak hanya dihangatkan dengan jamuan, tapi juga dihangatkan dengan perbincangan dari hati ke hati,” pungkasnya.
Baca Juga: Pemprof Aceh Tetapkan Siaga Darurat Cuaca Ekstrem hingga 20 April
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari jajaran dosen, Rektor dan Wakil Rektor Unija, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemenlu RI, hingga Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI Muhammad Takdir SH.(R/R1/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kasus Campak di Jambi Meningkat, Layanan Kesehatan Diperkuat
















Mina Indonesia
Mina Arabic