Ustadz Musthofa Bagikan Tips Keluarga Kuat Selama Ramadan

Bogor, MINA –  Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (IKK Fema) IPB University, Musthofa, SAg MPdI, memberikan beberapa tips dalam membentuk keluarga kuat di tengah pandemi COVID-19 di bulan Ramadan ini.

Menurutnya, keluarga kuat adalah keluarga yang kuat fisik dan spiritual. Kuat fisik dapat dicapai dengan cara menjaga dan memperkuat imunitas tubuh anggota keluarga dengan makanan yang halal dan bergizi seperti nasi, sayuran, singkong, ubi, jagung dan makanan lain yang kaya vitamin.

Adapun kuat spiritual, diperoleh dengan datangnya bulan mulia, tamu agung yang akan menambah kekuatan spiritual masing-masing anggota keluarga, yaitu bulan Ramadan. Demikian keterangan yang diterima MINA, Sabtu (25/4).

Ada beberapa upaya di tengah-tengah pandemi COVID-19 ini yang perlu dilakukan supaya keluarga yang kuat dapat tercapai :

Pertama adalah menjalin silaturahim. Menurutnya, silaturahim bukan hanya berkumpul secara fisik, tetapi dapat dilakukan dengan menggunakan perantara seperti smartphone.

“Karena saat ini sedang diberlakukan sosial distancing dan physical distancing (jaga jarak) maka supaya tetap bisa menjalin silaturahim diperlukan media seperti smartphone. Kita bisa menggunakan smartphone dan media sosial untuk menyambung komunikasi dengan siapa saja. InsyaAllah sarana teknologi yang digunakan akan berkah,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menukil sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan melalui Abu Hurairah yang berarti, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menyambung tali silaturahim” (HR. Bukhari-Muslim).

Menyambung dan mempererat silaturahim, lanjutnya, memiliki banyak manfaat. Manfaat tersebut antara lain dapat diluaskan rezekinya, diakhirkan ajalnya, menjadi sarana utama untuk masuk surga dan menjadi amalan yang sangat dicintai oleh Allah.

Kedua, untuk menghadapi bulan Ramadhan, perlu mempersiapkan fisik yang terbaik. Fisik yang kuat dan prima sangat dibutuhkan selama bulan Ramadan agar tetap tegar, tidak mudah lesu dan senantiasa sehat selama menjalankan perintah agama.

“Seluruh anggota tubuh hendaknya dioptimalkan dalam rangka mencegah dan menghindari hal-hal yang dapat mengurangi apalagi membatalkan nilai-nilai puasa Ramadan. Mencegah diri dilakukan untuk menghindari  perbuatan maksiat melalui organ-organ tubuh seperti mata, telinga, lisan, tangan, maupun kaki,” tambah Musthofa.

Untuk menyambut kedatangan bulan Ramadan, juga perlu menyiapkan hati yang terbaik. Pasalnya, hati yang baik akan membimbing tubuh untuk senantiasa berbuat baik. Hati yang baik ditandai dengan tidak menyekutukan Allah, tidak mempunyai iri dan dengki dan senantiasa bertaubat atas perbuatan dosa yang dilakukan.

Di samping itu, Musthofa juga menekankan supaya memahami keistimewaan bulan Ramadan dan berusaha meningkatkan amal ibadah di bulan tersebut.

“Mari kita mulai dengan menanamkan keikhlasan niat karena niat yang ikhlas berkaitan erat dengan pemahaman. Pemahaman akan diperoleh dengan menambah ilmu yaitu tentang Ramadan, sehingga akan meningkatkan amal dan meraih prestasi yaitu taqwa,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyambut bulan Ramadan dengan suka cita. Hal ini karena bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan penuh pengampunan sehingga sudah sepantasnya masyarakat untuk bersuka cita.

Ramadan telah tiba, Musthofa menghimbau supaya memperbanyak amal ibadah, menyegerakan berbuka ketika sudah waktunya, mengakhirkan makan sahur, memperbanyak membaca dan menghafal Al-Quran, memperbanyak shodaqoh dan memperbanyak berdzikir.

Selain itu, ia juga menghimbau masyarakat supaya kegiatan ibadah yang dilakukan secara berjamaah diganti dengan ibadah di rumah saja. Hal ini mengingat masa pandemi COVID-19 yang kemungkinan belum berakhir ketika bulan Ramadan tiba.

“Sholat tarawih yang biasanya kita laksanakan di masjid, untuk sementara waktu kita laksanakan di rumah, termasuk mungkin nanti i’tikaf juga di rumah saja,” imbuhnya.

Sebelum bulan Ramadan berakhir, Musthofa menekankan supaya membayarkan zakat fitrah bagi yang mampu. Zakat fitrah bertujuan untuk menyempurnakan dan menambal kesalahan yang dimungkinkan dilakukan ketika berpuasa di bulan Ramadan. (R/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)