Ustaz Hidayaturrahman: Kehebatan Dakwah Melalui Kajian

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Ketua Lembaga Bimbingan Ibadah dan Penyuluhan Islam (LBIPI) Biro Lampung, Ustaz Hidayaturrahman mengatakan, berdakwah dengan kajian memiliki kehebatan tersendiri dalam mengajak umat.

Hal itu diungkapkannya saat mengisi materi pada Tadrib Da’i 2 yang digelar oleh Majelis Dakwah Pusat (MDP) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Aula Taqwa, Komplek Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Kamis (11/8).

“Berdakwah dengan kajian dapat disajikan dengan berbagai cara yang menarik dan kreatif sehingga dapat dengan mudah dipahami dan diserap isi daripada kajian yang diberikan,” kata Ustaz Hidayaturrahman di hadapan 53 Peserta Tadrib yang bersama dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Timur.

Ia menjelaskan, cara termudah berdakwah dengan kajian adalah menyampaikan tentang Al-Qur’an, ketika Al-Qur’an yang disampaikan di masjid-masjid tentu akan mudah diterima oleh masyarakat.

“Al-Qur’an itu ketika ditafsirkan dari ayat satu dengan ayat yang lain akan saling berkaitan, sehingga tidak akan habis pembahasan, dan dapat diterima oleh semua orang dari sudut pandang manapun selama yang disampaikan dengan kreatif, praktis dan mudah,” ungkapnya.

“Maka mengenalkan Al-Qur’an itu tidak usah yang susah-susah dulu. Jangan tiba-tiba ngisi kajian Qiroah Sab’ah dan lain sebagainya, berat. Sampaikan yang mudah-mudah saja, pokok permasalahan yang secara umum dialami oleh masyarakat sehingga dapat diikuti dengan baik oleh audiens,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, pentingnya membangun kualitas diri adalah langkah awal yang harus diperhatikan seseorang dalam memulai  kajian, sebab hal itu dapat mencakup aspek pokok yang mendukung yaitu meliputi; Akhlakul karimah, kemandirian serta ketegasan. Tentu hal ini akan menjadi bentuk integritas diri dan personal branding dalam seseorang tersebut untuk menciptakan suasana kajian yang nyaman.

Pemahaman syariat yang mendasar dari para Ulama Jumhur, akan mendapati dakwah bersifat kajian yang tuntas pemahaman, serta keyakinan yang kuat dengan berpegang pada ilmu yang bersanad setidaknya hingga kepada Nabi Muhammad SAW.

“Literatur yang jelas, ilmu yang bersanad adalah hal yang harus diperhatikan, karna dengan ini seseorang dikatakan matang dan siap untuk berdakwah,” ujarnya.

Tadrib Da’i ini merupakan salah satu daripada Rangkaian Tabligh Akbar Muharram Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung yang puncak rangkaiannya akan digelar pada Ahad (14/8). (L/ara/R12/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)