Wisuda Daring, Rektor IPB Harap Alumni Selalu Jadi Pembelajar Tangguh

(Foto: Istimewa)

Bogor, MINA – Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria kembali mewisuda secara daring 518 lulusan pada Rabu (30/9). Ada 389 lulusan dari Program Pendidikan Sarjana, 49 lulusan Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, 69 lulusan Program Magister dan 11 lulusan Program Doktor.

Dalam pidatonya, Prof Arif Satria menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan memberikan lima pesan kepada lulusan IPB University yang kini sudah menyandang sebagai alumni IPB University.

Dia mengatakan, wisudawan yang kini sudah menyandang alumni dan lulusan IPB University, diharapkan selalu menjadi pembelajar tangguh.

“Saat ini jaman penuh dengan gejolak, ketidakpastian, kompleks dan serba tidak jelas atau dikenal dengan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). Sehingga alumni IPB University harus menjadi pembelajar lincah dan tangguh. Hal tersebut sebagai upaya untuk bisa adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Selain itu alumni IPB University harus percaya diri dan bangga dengan almamater. Selalu menanamkan pola pikir optimis yang berorientasi masa depan. Situasi saat ini cepat berubah, kondisi berubah, maka pola pikir pun harus berubah.

Diakuinya, bagi sebagian kalangan, pola pikir sulit berubah karena memiliki fixed mindset. “Untuk itu diharapkan para alumni IPB bisa memiliki growth mindset. Yakni pola pikir yang selalu berkembang dan memiliki optimisme mengikuti perkembangan jaman maka niscaya kita akan menjadi trend setter perubahan,” ujarnya.

Rektor juga berpesan para alumni IPB University juga harus menjadi pelopor Agromaritim 4.0. Ini adalah upaya untuk menjawab tantangan jaman.

Konsep Agromaritim 4.0 merupakan konsep merespon perubahan industri 4.0 dengan riset-riset unggul dan inovasi. Selain itu juga, IPB University menghadapi perubahan saat ini dengan metode pembelajaran yaitu Kurikulum 2020.

“Ini adalah upaya kita memberikan added value, menyiapkan untuk masyarakat agar ada percepatan proses tranformasi. Saya berharap juga konsep Agromaritim 4.0 betul-betul diterapkan. Selain itu masyarakat juga membutuhkan bantuan dan uluran tangan para alumni untuk menjadi socio entrepreneur agar bisa beradaptasi terhadap perubahan,” imbuhnya.

Alumni IPB University juga diharapkan menjadi sumber inspirasi dan inovasi untuk jadi leader. Inovasi besar lahir dari mimpi besar, sehingga alumni harus selalu menginspirasi.

Menurutnya, kini ada lebih dari 150 ribu alumni IPB University yang bisa saling menginspirasi agar bangsa Indonesia menjadi bangsa besar dan luar biasa. Indonesia memiliki derajat yang sama dengan bangsa lain.

“Bangsa Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Amerika, Australia memiliki kehidupan selama 24 jam sehari, dua mata, dua telinga, tidak ada yang beda. Korea Selatan menjadi negara maju, mereka memiliki mindset bahwa Korea Selatan tidak ada rumus kalah oleh Jepang, sehingga mereka menjadi bangsa maju,” ujarnya.

Untuk itu, alumni IPB University diharapkan menjadi bagian dari masa depan. Cara terbaik adalah dengan menemukan masa depan yang diciptakan hari ini. Inovasi harus berupa lompatan, kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Lompatan inovasi harus dilakukan dengan mengacu pada future practice.

“Kehadiran Korea Selatan dan Tiongkok yang hampir memimpin dunia saat ini, karena menjadi future practice. Jika kita menerapkan best practice saja maka akan menjadi follower, maka jadilah future practice. Semoga alumni IPB University memiliki ekosistem subur yang kaya akan inspirasi. Saya yakin anda adalah calon leader bukan follower,” ucapnya. (R/R1/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)