Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zayyin Achmad: Literasi terkait Al-Aqsa Harus Dimulai dari Keluarga

sri astuti Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 26 April 2026 - 04:24 WIB

Ahad, 26 April 2026 - 04:24 WIB

23 Views ㅤ

Zayyin Achmad (Betteryouth)

Jakarta, MINA – CEO Better Youth Foundation sekaligus inisiator gerakan kepedulian Palestina, Zayyin Achmad, menekankan pentingnya merawat ingatan tentang perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsa kepada generasi penerus.

“Kewajiban kita terhadap generasi muda adalah meletakkan terus ingatan tentang perjuangan pembebasan Baitul Maqdis. Karena bisa jadi bukan kita, pembebasan itu akan dilakukan oleh anak-anak kita, cucu-cucu kita, dari keluarga kita,” ujarnya.

Hal tersebut ia sampaikan dalam webinar yang digelar oleh Maemuna Center Indonesia Series Volume 4 bertajuk “Literasi Al-Aqsa bagi Keluarga Muslim di Tengah Krisis Dunia” pada Sabtu (25/4) malam.

Menurutnya, upaya yang dilakukan saat ini belum cukup untuk menghentikan berbagai penindasan yang terjadi di Baitul Maqdis. Pembunuhan anak-anak Palestina oleh Zionis Israel, kata dia, masih terus berlangsung, sehingga perjuangan umat belum selesai dan masih panjang.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Aktivis yang aktif menggelar aksi solidaritas untuk Palestina itu menekankan pentingnya tarbiyah (pendidikan) dalam keluarga Muslim, khususnya bagi mereka yang telah berkomitmen terhadap perjuangan pembebasan Baitul Maqdis.

“Yel-yel yang kita dengungkan bukan sebatas kalimat yang keluar dari lisan lalu menguap di udara. Tapi yel-yel yang kita dengungkan itu harusnya tertanam dalam diri kita, lalu kita dawamkan berulang-ulang di keluarga kita,” katanya.

Zayyin juga menegaskan bahwa kekuatan umat Islam sejak dahulu bukan terletak pada jumlah, melainkan pada kualitas.

Ia mencontohkan bagaimana kualitas seorang Muslim di masa lalu mampu menghadapi puluhan musuh. Menurutnya, yang perlu dibangun saat ini adalah generasi yang tangguh untuk menjadi pejuang, bukan generasi yang lemah.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Untuk itu, ia mengingatkan agar umat tidak hanya terpaku pada sosok-sosok dalam sejarah perjuangan pembebasan Baitul Maqdis. Menurutnya, hadirnya tokoh-tokoh pembebas tersebut merupakan hasil dari proses tarbiyah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda