Tel Aviv, MINA – Entitas Zionis Israel kembali memicu kemarahan dunia Islam dengan melontarkan ancaman pembunuhan terhadap siapa pun yang nantinya terpilih menjadi pengganti Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Provokasi berbahaya ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dan Tel Aviv, yang semakin mengukuhkan wajah asli rezim penjajah dalam mengabaikan norma-norma diplomatik internasional. Media KAN melaporkan, Rabu (4/3).
Pernyataan bernada ancaman tersebut disampaikan oleh sejumlah pejabat tinggi militer dan intelijen Israel, yang secara terbuka menyatakan bahwa mereka akan menargetkan figur mana pun yang memiliki visi serupa dengan Khamenei dalam mendukung perlawanan Palestina.
Langkah ini dinilai sebagai upaya putus asa Zionis untuk menciptakan ketidakpastian politik di internal Iran dan melemahkan moral “Poros Perlawanan” (Axis of Resistance) di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
Menanggapi ancaman tersebut, Teheran menegaskan bahwa struktur kepemimpinan mereka tidak bergantung pada satu individu dan akan tetap konsisten dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Al-Quds.
Para analis militer menyebut bahwa retorika Tel Aviv ini justru akan memicu persatuan yang lebih kuat di antara faksi-faksi perlawanan, mengingat sejarah panjang kegagalan taktik pembunuhan karakter maupun fisik yang dilakukan Israel dalam meredam semangat intifadah.
Ancaman itu muncul setelah serangkaian serangan siber dan sabotase terhadap fasilitas nuklir Iran yang diduga kuat didalangi oleh dinas intelijen Mossad.
Israel secara konsisten memandang Iran sebagai ancaman eksistensial, terutama karena dukungan tanpa henti Teheran terhadap kelompok Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon, yang hingga kini terus memberikan perlawanan sengit terhadap pendudukan Zionis.
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
Suksesi kepemimpinan di Iran merupakan proses yang sangat tertutup dan diatur secara konstitusional oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts). Sejak Revolusi Islam 1979, Iran telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap tekanan luar, termasuk selama transisi kepemimpinan dari Imam Khomeini ke Ayatullah Khamenei pada 1989. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pendudukan Israel Buka Kembali Masjid Ibrahimi Usai Ditutup Selama Enam Hari
















Mina Indonesia
Mina Arabic