150 Delegasi Proklamirkan Sumpah Al Quds Lawan Klaim Ilegal Trump

Kuala Lumpur, MINA – Lebih dari 150 delegasi dari dalam dan luar Malaysia bersama-sama menandatangani Sumpah Al Quds untuk melawan klaim ilegal Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Al Quds pada Kamis (6/12) di Kampus Universitas Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM), Kuala Lumpur.

“Alasan penandatanganan Sumpah Al Quds ini adalah untuk melawan klaim Presiden Trump atas Al Quds yang sampaikan dalam bentuk penandatangan pernyataan resmi,” jelas DR. Sharif Abu Shammala, Ketua Yayasan Al Quds Malaysia dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Kamis (6/12).

Menurutnya, Sumpah Al Quds merupakan wujud dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan secara khusus penolakan terhadap klaim sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Yerusalem atau Al Quds adalah ibu kota Israel.

Sebagaimana yang sudah diberitakan berbagai media, klaim sepihak tersebut mengakibatkan meningkatnya penderitaan warga Palestina karena perlakuan yang semakin beringas dari otoritas penjajahan Israel.

Sumpah Al Quds mengandung empat hal. Pertama, menolak penjajahan Israel terhadap Palestina karena bertentangan dengan keadilan, hak asasi manusia dan kenyataan sejarah.

Kedua, menolak keberadaan negara Israel yang didirikan di atas hancurnya hak-hak keislaman, kearaban dan kepalestinaan.  Semua perbuatan kaum Zionis adalah ilegal karena bertentangan dengan resolusi PBB maupun ketentuan internasional dan secara agama.

Ketiga, menolak klaim bahwa Al Quds adalah ibukota Israel berikut semua dukungan atasnya dan hal tersebut tidak menghapuskan kenyataan bahwa Al Quds masih dan tetap akan menjadi ibukota Palestina.

Keempat, menegaskan bahwa menyelamatkan Al Quds dari penjajahan Zionis dan upaya Yahudisasi adalah tanggungjawab setiap warga dunia.  Penjajahan tersebut tidak saja membunuh rakyat Palestina namun juga menghancurkan peradaban yang diwarisi di kota suci tersebut maka seharusnya dihentikan segera.

Dalam pertemuan tersebut, ratusan delegasi hadir di antaranya perwakilan dari Palestina, Indonesia, Afganistan, Pakistan, Banglades, Sudan, Turki dan Maldives.  Hadir sebagai tamu spesial adalah Wakil Menteri Pekerjaan Umum Malaysia, Dato Muhammad Anuar Tahir.

Sementara itu, delegasi Indonesia diwakili oleh lembaga kemanusiaan yang fokus memperjuangakan pembebasan Masjid Al Aqsa, Al Aqsa Working Group (AWG) dan Pemuda Jamaah Muslimin (Hizbullah). (R/Sj/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)