Washington, MINA – Sebanyak 29 senator Partai Demokrat Amerika Serikat mendesak Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu membatalkan rencana pembangunan permukiman di kawasan E1, Tepi Barat yang dijajah, karena proyek tersebut dinilai dapat membelah wilayah Palestina.
Seruan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama yang dipimpin Senator Demokrat dari Arizona, Ruben Gallego, Jumat (28/8). Mengutip Middle East Monitor.
Para senator menentang keputusan pemerintah Zionis Israel membuka tender pembangunan 1.234 unit rumah di kawasan E1, sebelah timur Al-Quds (Yerusalem).
Mereka memperingatkan pembangunan tersebut dapat memisahkan Al-Quds/Yerusalem Timur yang dijajah dari sejumlah pusat penduduk Palestina, termasuk Bethlehem dan Ramallah.
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
“Amerika Serikat harus tetap berkomitmen pada solusi dua negara yang memberikan perdamaian dan keamanan jangka panjang,” demikian pernyataan para senator.
Mereka menilai pembangunan di kawasan E1 justru akan semakin menjauhkan upaya mewujudkan negara Palestina yang berkesinambungan.
Proyek tersebut mencakup tujuh kompleks permukiman dengan total 1.234 unit rumah.
Kementerian Konstruksi dan Perumahan Zionis Israel membuka tender pada 18 Agustus, dengan batas waktu pengajuan pada 19 Oktober.
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
Para senator mengatakan rencana pembangunan di E1 telah lama mendapat penolakan karena dinilai dapat mengancam kemungkinan terbentuknya negara Palestina.
“Selama beberapa dekade, pemerintahan Partai Republik dan Demokrat telah mengakui bahwa pembangunan di E1 akan sangat membahayakan prospek negara Palestina,” kata mereka.
Menurut para senator, kekhawatiran tersebut masih sangat mendesak hingga saat ini.
Mereka juga menyerukan agar pemerintah Zionis Israel segera membatalkan tender tersebut dan menghentikan perluasan permukiman di Tepi Barat yang dijajah.
Baca Juga: AS akan Hentikan Bantuan untuk Israel Akhir Tahun Ini
Selain itu, para senator meminta pemerintah Zionis Israel mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan yang dilakukan para penjajah Zionis terhadap warga Palestina.
Seruan tersebut juga merujuk pada surat sebelumnya yang ditandatangani 44 senator Demokrat dan Senator independen Angus King.
Surat itu mendesak tindakan terhadap kekerasan penjajah Zionis terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang dijajah.
Para senator memperingatkan bahwa jika Zionis Israel tetap melanjutkan kebijakan tersebut, posisi internasionalnya dapat semakin melemah.
Baca Juga: Partai Demokrat Unggul Sementara dalam Pemilu Sela AS
Mereka juga meminta pemerintahan Presiden Donald Trump menggunakan kewenangan yang tersedia, termasuk sanksi terarah terhadap individu dan pihak yang terlibat dalam perluasan permukiman serta kekerasan penjajah.
Kawasan E1 merupakan wilayah strategis di sebelah timur Al-Quds.
Rencana pembangunan permukiman di kawasan tersebut telah lama menjadi perhatian internasional karena dikhawatirkan memutus kesinambungan wilayah Palestina.
Para senator menegaskan bahwa pembangunan permukiman Zionis Israel di E1 akan semakin menyulitkan tercapainya solusi dua negara dan pembentukan negara Palestina yang memiliki wilayah yang saling terhubung.
Baca Juga: Abaikan Larangan, Ratusan Pelajar Prancis Tetap Demo di Dekat Pantheon Paris
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic