Gaza, MINA – Sembilan warga Palestina syahid dalam serangan terbaru militer Zionis Israel di beberapa wilayah Jalur Gaza pada Senin (9/2) yang menambah catatan pelanggaran harian terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober.
Menurut sumber medis, korban tewas termasuk dalam serangkaian insiden terpisah.
Korban tewas terbaru berasal dari serangan Israel yang menyasar apartemen tempat tinggal di Jalan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza. Jalan tersebut berada di luar area penempatan militer Israel sesuai peta gencatan senjata.
Sebelumnya, seorang nelayan Palestina terluka akibat tembakan Israel di lepas pantai Khan Younis.
Baca Juga: Zionis Israel Larang Shalat Jumat di Masjid Al Aqsa
Sumber medis juga melaporkan seorang warga Palestina berusia 54 tahun tewas akibat tembakan Israel di sekitar Sekolah Abu Tammam di kota Beit Lahia, Gaza utara, serta seorang petani yang tewas di sebelah timur Deir al-Balah, Gaza tengah. Empat warga Palestina lainnya dilaporkan tewas lebih awal di Gaza selatan.
Dalam pernyataan terpisah, militer Zionis Israel mengklaim bahwa pasukannya menembak mati empat orang yang diduga bersenjata yang muncul dari sebuah terowongan bawah tanah di timur Rafah. Klaim serupa tentang penembakan orang yang diduga muncul dari terowongan telah beberapa kali dikeluarkan militer Zionis Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Gencatan senjata menghentikan ofensif Israel yang dimulai pada Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90% infrastruktur Gaza.
Namun, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, militer Israel terus melanggar gencatan senjata dengan menewaskan 581 warga Palestina dan melukai 1.553 lainnya sejak kesepakatan itu berlaku.[]
Baca Juga: UN Women: Perempuan Gaza Hadapi Tragedi Kemanusiaan Terburuk Dunia
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic